Grup Qasidah Dangdut “Aulia Musik Entertaine” Makin Ngetren

Grup Qasidah Dangdut “Aulia Musik Entertaine” Makin Ngetren

Bandung Barat, Warta Pelita

Grup Qasidah Dangdut “Aulia Musik Entertaine”, pimpinan Asep Hermawan (Asher) yang beralamat di Pasirmuncang RT.01/RW.16 Desa Cicangkanggirang Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat, kini semakin ngetren. Grup seni Qasidah Dangdut ini didirikan pada tahun 2005, sampai saat ini kurang lebih telah berjalan selama 13 tahun, dan telah merambah ke berbagai daerah, khususnya di jawa Barat, bahkan pernah beberapa kali pentas di Jawa Tengah, sebagaimana diungkapkan Pimpinan Grup Qasidah dangdut “Aulia Musik Intertaine” Asep Hermawan saat ditemui Warta Pelita, usai menghibur warga Ciburuy Desa Cintakarya, pada acara syukuran di kediaman mantan Kepala Desa Cintakarya Asep Joker baru-baru ini.

Menurut Asep Grup Qasidah Dangdut ini mempunyai personil sekitar 15 orang, termasuk para penyanyi, baik yang khusus penyanyi dangdut maupun penyanyi yang multi fungsi. Grup Qasidah Dangdut ini, sangat digemari oleh semua kalangan, baik kalangan muda maupun orang tua. Karena grup Qasidah dangdut ini lebih mengedepankan seni dan budaya sunda, yang sangat disenangi oleh warga Bandung Barat khususnya dan warga Jawa Barat pada umumnya.

Menyinggung masalah permodalan, baik yang menyangkut peralatan maupun dana operasional, selama ini adalah hasil swadaya atau rereongan dari para personil, karena selama ini kami belum pernah menerima bantuan dari pihak manapun. “Kami ini betul-betul mandiri, mulai dari didirikan hingga saat ini, pentas kemanapun biayanya biaya sendiri” ujar Asep.

Pimpinan Grup Qasidah Dangdut “Aulia Musik Entertaine”  yang suka disapa Kang Asher ini, mengharapkan kepada semua elemen masyarakat, khususnya kepada pemerintah Kabupaten maupun Propinsi, untuk kedepannya semoga ada perhatian kepada para seniman dan budayawan yang ada di daerah-daerah, agar dapat bersaing dengan para seniman yang ada diperkotaan, khususnya dalam mengembangkan seni budaya sunda, seperti calung, angklung, wayang golek dan yang lainnya. Sebab selama ini kesenian sunda yang asli, hampir dilupakan oleh sejumlah kalangan, khususnya kalangan generasi muda. Kalau kata pribahasa sunda adalah “Jati Kasilih Ku Junti”, jelas Asher.*** 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *