PANGKOLINLAMIL: MENEMBAK ADALAH KEMAMPUAN DASAR YANG WAJIB DIMILIKI OLEH SETIAP PRAJURIT KOLINLAMIL

wartapelita.com – Jakarta, Prajurit Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta mengikuti latihan menembak senjata laras panjang dan pistol di lapangan tembak Marinir, Cilandak. Latihan menembak ini merupakan pelaksanaan perintah Pangkolinlamil Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E.,M.M. “Menembak adalah kemampuan paling mendasar yang harus dikuasai oleh setiap prajurit TNI termasuk Prajurit Kolinlamil meskipun medan juang kita adalah di atas kapal Perang, oleh karena itu saya perintahkan kepada Para Komandan untuk melatih personelnya secara periodik untuk menjaga kemampuan dalam menggunakan senjata perorangan.

Kata Panglima saat morning report dihadapan para Pejabat Utama dan kasatker Kolinlamil pada awal januari lalu. bagian dari program kerja Satlinlamil Jakarta triwulan I 2019.
Kegiatan yang digelar Rabu (6/2) yang telah tertuang dalam program kerja Satlinlamil Jakarta ini dimaksudkan sebagai salah satu bentuk upaya pembinaan personel Satlinlamil Jakarta agar senantiasa memiliki kemampuan dasar sebagai prajurit dalam menembak.

“Kegiatan latihan ini diikuti oleh 95 prajurit yang berlatih menembak dengan menggunakan senjata laras pendek jenis pistol G2 Combat dan sig sauer serta laras panjang jenis SS1” kata Pasops Satlinlamil Jakarta Letkol Laut (P) Wendy Nizwar Rizaldi, S.Sos.
Pasops Satlinlamil Jakarta menjelaskan, sebelum melaksanakan penilaian, para petembak diberi kesempatan untuk melaksanakan tembak percobaan dengan lima peluru.

Sedangkan untuk penilaian menembak laras pendek jenis slow fire dilaksanakan dua kali dengan masing-masing sepuluh peluru, dan untuk penilaian menembak laras panjang dilaksanakan dengan tiga sikap, yaitu tiarap, duduk dan berdiri, yang masing-masing menggunakan sepuluh peluru.

Para perwira berlatih menembak laras pendek, menggunakan pistol jenis sig sauer pada jarak 15 meter dan 20 meter dengan metode slow fire dan rapid fire dengan 5 butir percobaan, dan masing-masing 10 butir untuk penilaian. Waktu yang diberikan untuk menembak slow fire tiga menit dan rapid fire 60 detik.
Sedangkan para prajurit bintara dan tamtama berlatih menembak laras panjang dengan dilaksanakan dua gelombang, tiap gelombang terdiri dari dua belas sasaran, dengan jarak 100 meter dan tiga sikap, tiarap, duduk/jongkok, dan berdiri. (Yayan)












Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *