Bank Indonesia Jajaki MOU dengan Pesantren At Taqwa.

Bank Indonesia Jajaki MOU dengan Pesantren At Taqwa.

Bandung Barat, Warta Pelita

Menciptakan kemandirian Pesantren dan Pemberdayaan umat dalam mencapai kesejahteraan  menjadi tanggung jawab bersama. Pesantren yang baik mampu melahirkan generasi yang kuat aqidahnya, bagus akhlaqnya dan memiliki karakter kemandirian ekonomi. Sehingga upaya mencapai pembangunan nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta pembangunan yang adil dan beradab bisa dilaksanakan.

Bank Indonesia merupakan Bank Pemerintah yang mempunyai tanggung jawab dalam membatu kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahtraan masyarakat, telah terbukti kepeduliannya dan perhatiannya dalam mendukung Pesantren mandiri.

Senin, (12/2/2018), Bank Indonesia menjajaki kerjasama dengan Pesantren Al Itifaq dan Pesantren Pertanian At Taqwa dalam mendukung kemandiran Pesantren dan Pemberdayaan umat, kehadiran Bank Indonesia di Pesantren At Taqwa di awali dengan bantuannya dalam merealisasikan program pembangunan Hidroponik tahun 2017.

Melihat perkembangan pesantren dan respon masyararakat yang berkunjung ke pesantren sejak ada Hidroponik semakin meningkat, maka pada awal februari Bank Indonesia akan menindaklanjuti kerjasama dengan pengembangan agribisnis dan pendirian koperasi, yang akan di dampingi dalam pelaksanaannya oleh pesantren Al-Itifaq yang berhasil mengirim hasil pertaniannya ke supermarket dan swalayan.

Hadir dalam forum grup diskusi perwakilan Bank indonesia, Pengurus Pesantren At Taqwa, Pengurus Kopontren, Kelompok Tani, BMH dan Pengurus Pesantren At Itifaq.

Dalam pertemuan tersebut, Bimantoro sebagai wakil dari Pimpinan BI menyampaikan rasa syukur kepada Allah dan rasa terimakasih kepada para peserta yang hadir atas sambutannya dalam menjalin kerjasama dengan pesantren At Taqwa di respon positif, beliau berharap dengan program ini pesantren bisa mandiri, umat berdaya dan masyarakat sejahtera, dalam upaya mencapai kesepakatan kerjasama di perlukan  kesepahaman visi dan misi serta langkah- langkah, diantaranya pesantren bisa menyiapkan SDM untuk dilatih serta mendapat bimbingan secara komprehensip berupa magang di Al- Itifaq supaya bisa dikembangkan di At Taqwa, Papar Bimatoro.

Sementara, Ajat, Perwakilan dari Al Itifaq siap menerima dan membimbing serta memberikan peluang pasar yang dimiliki Al Itifaq untuk membantu kemandirian pesantren at taqwa. Ujarnya.

Dengan adanya upaya sinergi antara Bank Indonesia, Pesantren Al Itifaq dan Pesantren Pertanian At Taqwa diharapkan bisa menjadi inspirasi serta contoh di masyarakat bahwa peran pesantren dalam melahirkan generasi mandiri dan mensejahterakan masyarakat bisa tercapai. -AJ-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *