Abdullah Azwar Anas Tampil di Talkshow Festival Kopi Nusantara

wartapelita.com – Jakarta, Acara talk-show bertajuk ‘Lebih dekat dengan Kopi Indonesia’, digelar di Rumah Aspirasi Rakyat 01 Jokowi-Amin di Jl. Proklamasi 46 Menteng Jakarta Pusat (02/03/2019) dengan salah satu nara sumber Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Hadir juga Selain itu hadir narasumber praktisi kopi, diantaranya Reizza Prasetyo, Martin Sondang dan Andreas Andrianto.

Dalam acara yang berlangsung cukup singkat, Bupati Azwar Anas menyampaikan beberapa ide menarik yang dapat dikaji dan diterapkan oleh para pelaku usaha kopi khususnya para start-up.

Dikatakan bahwa sejak 2016, Banyuwangi menjadi pilot project pengembangan industri kreatif berbasis data, bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Sasarannya utamanya UMKM, dengan ruang lingkup pendampingan edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif, akses permodalan, infrastruktur, pemasaran, regulasi, serta hubungan antarlembaga dan wilayah.

Oleh Azwar Anas, hal ini disambut seiring dengan kemajuan pariwisata daerah, adalah dengan pengembangan produk UMKM kopi Banyuwangi. Produk kopi lokal Banyuwangi mulai menjadi primadona para wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Salah satu yang sudah tersohor adalah Kopai Osing, kopi nikmat andalan Kota Banyuwangi dan khususnya Desa Kemiren yang dikenal mempunyai kopi terenak di dunia.

Para start-up kopi di Banyuwangi pada awalnya tidak memiliki modal untuk roasting kopi, alat pengering kopi, dan sebagainya. Maka Bupati berinisiatif membantu para pelaku bisnis kopi muda ini per kelompok dan dilatih memproses kopi dengan baik dan benar.

“Saya berterimakasih kepada Presiden Jokowi yang pertama menggerakkan ekonomi kreatif dan CSR Perbankan. Presiden sudah beri semua tools, tinggal kepala daerah mau sambut atau tidak,” ucap Bupati Banyuwangi dua periode tersebut.

Kini di Banyuwangi dalam satu tahun ada 99 event/festival, beberapa diantaranya adalah Festifal Jazz, International Tour de Ijen, lalu ada Festival Kopi – ada yang namanya “Ngopi Sepuluh Ewu” dimana disediakan 10.000 cangkir kopi gratis dengan kualitas rasa yang sama. Event-event seperti ini meningkatkan kolaborasi pengusaha dan pemilik kopi sehingga secara total meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

Marak dan beragam produk kopi buatan strat-up kopi Banyuwangi, Jumlah UMKM kopi di Banyuwangi sendiri terus tumbuh pada 2013 jumlahnya tidak sampai 10, namun sekarang sudah mencapai lebih dari 40 UMKM. Kafe yang menyajikan kopi juga mulai menjamur.

Agar lebih berkembang, Bupati Banyuwangi Azwar Anas mendorong agar para pelaku usaha kopi lokal mulai mengembangkan pemasaran dengan platform online. Berdasar data Bank Indonesia (BI) pada 2016 pembeli online Indonesia mencapai 24,73 juta orang dengan nilai transaksi sebesar Rp. 75 trilun dan pada 2018 transaksinya diperkirakan mencapai Rp 144 triliun. Ini menjadi peluang buat pelaku UMKM Kopi Banyuwangi. Perlu terus memanfaatkan berbagai platform online baik e-commerce konvensional seperti Tokopedia, Lazada maupun platform media sosial seperti facebook dan instagram.

Bupati Anas pun mengajak para UMKM kopi lokal terus meningkatkan kualitas produk maupun packaging. Pemkab Banyuwangi setiap tahun mengadakan pelatihan bagi petani dan UMKM kopi, salah satunya lewat Processing Coffee Festival. Pemkab juga menyediakan fasilitas berkonsultasi tentang pemasaran online dan packaging melalui Rumah Kreatif di bawah Dinas Koperasi dan UMKM.

Pada akhir pembicaraannya Bupati Anas mengajak para start-up yang hadir untuk mencoba berbisnis produk berbasis agro seperti kopi ini, dan silakan mencoba berhubungan dengan para pengusaha kopi di Banyuwangi untuk bekerjasama.

Dalam Festival Kopi, tenant yang tampil diantaranya, Sunda Hejo Coffe, Kopi Cuan dan Kaves. Selain itu Koffie Kan, Sondang Kopi, Torry Caffe dan Sarimande Masakan Padang. (Yayan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *