Asep Hermawan Korban Penyiraman Cairan Bahan Kimia, Kini Dirawat Di RS Mata Cicendo

Asep Hermawan saat ditangani di rumah sakit

Bandung Barat, Wartapelita.com
Belum lama ini, telah terjadi kericuhan di Kampung Peusing RW.10 Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat. Kericuhan tersebut adalah buntut dari adanya demo sejumlah warga Desa Sindangkerta, untuk menutup operasional penambangan batu di Gunung Sanggar, pada hari Minggu (26/12/21), bahkan selain menghentikan kegiatan penambangan juga sebagian warga mengambil berkas secara paksa dari pos (ruang kerja) pengurus tambang, kemudian menyegel pos tersebut serta memasang portal di jalan masuk ke lokasi penambangan.

Hal itu dikatakan Dadi Kusnadi (Pengurus BumDes Karya Bhakti) Desa Sindangkerta, saat berbincang – bincang dengan wartawan di kediamannya.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh kami, penutupan kegiatan penambangan tersebut, setelah pelaksanaan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Desa Terpilih (Eli) dengan Penjabat Kepala Desa Sindangkerta, pada Hari Minggu Pagi.

Kemudian pada siang harinya mengadakan Musyawarah Desa (Musdes) terbatas. Setelah itu sejumlah warga menuju ke Gunung Sanggar untuk melakukan demo, jelas Dadi.

Namun kami tidak tahu persis, apakah Musdes terbatas itu khusus masalah pemberhentian kami selaku pengurus BumDes dan menutup kegiatan penambangan, itu belum jelas, sebab kami tidak diundang dan tidak diberi tahu hasilnya, papar Dadi.

Sehari setelah adanya demo, tepatnya pada hari Senin, (27/12) kami sekitar pukul 16.00 merencanakan untuk klarifikasi dan musyawarah tentang kejadian pada hari Minggu tersebut, yang lokasinya ditentukan di rumahnya Ketua RW.10 Kampung Peusing Desa Sindangkerta.

Namun setibanya di tempat, kami disambut oleh sejumlah warga yang sifatnya tidak bersahabat. Bahkan ada salah seorang warga yang sengaja masuk ke sebuah mesjid, mengumumkan kepada warga, bahwa ke Kampung Peusing ada penyerangan dari warga Kampung Malaka dan Kampung Sarimanggala. Secara spontan warga sekitar pada keluar untuk menghadang kami, tutur Dadi.

Saat warga berbaur, secara tiba tiba ada seseorang yang membuka sebuah botol minuman dan saat botol itu dibuka kedengaran ada suara meletus, kemudian isinya atau airnya disiramkan ke wajah Asep Hermawan dan wajahnya sdr. Burok yang kebetulan posisinya dekat dengan Asep Hermawan, keduanya merasakan wajahnya terasa gatal, panas dan sakit.

Dengan adanya insiden tetsebut, musyawarah tidak jadi dan kami langsung menolong Asep Hermawan dibawa ke Klinik Permata Hati di Desa Mukapayung Cililin.

Namun pihak klinik tidak sanggup untuk mengobatinya, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung.

Menurut Dokter yang memeriksa kondisi Asep Hermawan mengatakan kepada Sdr.Samba, bahwa ini terjadi abrasi mata akibat cairan kimia dengan basa 7,5 dan hal ini diatas ambang batas, jelas Samba kepada wartawan.

Dengan terjadinya insiden ini, kami pihak keluarga, telah melaporkan kepada pihak Kepolisian Polsek Sindangkerta dan semoga masalah ini diusut tuntas, segala permasalahannya sudah kami limpahkan dan percayakan kepada pihak berwajib dalam penanganan kasus tersebut, jelas Dadi saat mengakhiri pembicaraannya dengan wartawan. (YSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.