BMH dan Community Care Mutiara Bunda adakan Khitan Berkah Nusantara


Garut, wartapelita.com-Khitan dalam bahasa Arab adalah Khatun yang artinya memotong bagian depan. Menurut Istilah Khitan yaitu memotong kulup (kulit bagian depan kelamin laki laki) yang kulup tersebut merupakan tutup kepala zakar supaya kelamin laki laki tidak mudah terpapar kotoran sisa air seni yang menempel di kelamin dalam.
Pada Hari Ahad, (20/12/2020), BMH dan ComCare mengadakan acara Khitanan yang dilaksanakan di Desa Sagara Kec Cibalong Keb.Garut Selatan.

Dimana Desa Tersebut merupakan Desa Binaan BMH dan Sekolah Mutiara Bunda setelah Penduduknya di relokasi pada saat terjadi Bencana Alam pada Tahun 2009, ada 240 KK yang masih hidup dalam kondisi serba kekurangan, baik dalam bidang pendidikan, Dakwah, serta Sosial ekonomi.

Bahkan berdasarkan hasil survey tim BMH Jabar dan pengakuan dari ketua BPD, Desa Sagara merupakan Desa Tertinggal di Kecamatan Cibalong.

“Alhamdulillah pada kesempatan akhir tahun 2020 BMH bersama Community Care gelar kegiatan khitan yang diikuti oleh 24 anak. Sebanyak 16 anak berasal dari Desa Sagara dan 6 anak lagi dari Desa Cikelet. Mereka yang ikut pada tahun ini berkisar antara usia dua tahun kurang hingga usia delapan tahun,” terang Kepala BMH Perwakilan Jawa Barat, Rahmat Hidayat.

Guna membahagiakan peserta khitan ini, BMH juga menghadiahkan bingkisan berupa uang saku, baju koko, sarung, peci dan makanan ringan.

“Untuk anak-anak setelah dikhitan kami berikan bingkisan berupa baju koko, peci, sarung, makanan ringan dan uang saku, sebagai bubungah (kebahagiaan) agar anak merasa senang,” imbuh Rahmat Hidayat.

Kegiatan khitan massal ini, berjalan sesuai dengan protokol kesehatan sebagaimana arahan dari para pejababat setempat.
Para peserta dan orangtua diwajibkan menggunakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

Acara yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB berjalan dengan lancar dan disambut apresiasi oleh Kepala Desa Sagara.

“Saya selaku Kepala Desa mengucapkan terimakasih kepada BMH dan Community Care dengan adanya kegiatan ini. Karena situasi pandemi ini dengan kondisi perekonomian masyarakat Desa Sagara ini kurang stabil, sehingga dengan kegiatan seperti ini sangat membantu dan terasa manfaatnya bagi masyarakat kami,” tutur Kepada Desa Sagara, Alit Saepudin.(Asju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *