Bupati KBB Tinjau Bencana Longsor Di Desa Kidangpananjung


Bandung Barat, wartapelita.com
Bupati Kabupaten Bandung Barat, H.Aa Umbara Sutisna,S.Ip, Kamis (16/5) meninjau bencana alam longsor yang terjadi di kampung Cicapeu RW.06 Desa Kidangpananjung Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat. Longsor tersebut menimpa tiga rumah warga dan satu mesjid, saluran (pipa) air bersih serta jalan sepanjang 1700 meter. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Kidangpananjung Aep Saepudin yang didampingi Sekretarisnya, Asep, saat ditemui Warta Pelita di Kantor Desa Kidangpananjung.
Menurut Asep, longsor tersebut terjadi pada hari Minggu (12/5), namun Alhamdulillah kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, karena para pemilik rumah beserta keluarganya sedang diluar. Tetapi walaupun pada kejadian kemarin tidak ada korban jiwa, kami sangat hawatir, karena ada 69 KK, yang harus diselamatkan, sebab rumahnya terancam longsor, papar Asep.
Atas kehawatiran tersebut, makanya kami mengharapkan kehadiran Bapak Bupati, agar beliau mengetahui situasi dan kondisi kejadian yang sebenarnya, mudah-mudahan saja ada solusi terbaik bagi kami. “Alhamdulillah dinten ieu Bapak Bupati sumping ngalongok warga abdi anu kenging musibah” (Alhamdulillah pada hari ini Bapak Bupati datang untuk menengok warga kami yang kena musibah) tutur Asep.
Sedangkan bantuan yang telah dikirimkan kepada para korban, yaitu dari Dinas Sosial , BPBD, Dinas Kesehatan, PMI dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin, yang diserahkan langsung oleh Kepala RSUD Cililin, Dr.Okto, termasuk dari PMI juga disrahkan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Bandung Barat A.Junaedi. Bantuan tersebut berupa logistik, diantaranya sembako, supermie, sabun, selimut dan kasur santai serta obat-obatan.
Bupati Bandung Barat, saat meninjau bencana tersebut dari Kantor desa menuju lokasi kejadian, menggunakan sepeda motor diantar oleh anggota BPBD. Pada kesempatan tersebut Bupati menghimbau kepada warga setempat agar selalu waspada, walaupun sejumlah korban yang rumahnya terkena musibah, saat ini telah dievakuasi dan menggunakan tenda darurat ke daerah yang agak aman, tetapi tetap saja harus lebih waspada, tandasnya.
Kemudian Pemda akan mengirim alat berat secepatnya, agar pengerjaan lebih cepat dan mudah-mudahan sebelum hari raya idul fitri sudah selesai. Sedangkan untuk para korban sebanyak 200 orang ini jangan khawatir, untuk makan sehari-hari, khususnya untuk buka dan sahur, kami jamin selama 14 hari akan dibantu oleh Pemda, paparnya.
Namun walaupun dalam keadaan darurat seperti ini saya berharap semua warga disini tetap menjalankan ibadah puasa sambil berdu’a, agar musibah ini dapat ditanggulangi dengan baik. Kemudian masalah masjid dan sarana air bersih dapat diselesaikan secepatnya. Mengenai kesehatan sudah disiapkan, agar masyarakat selama ini tetap sehat, ujar Bupati.
Rekan-rekan kita dari BPBD, petugas dari Kecamatan dari desa semua sudah siap untuk membantu. Kemudian mengenai dana tanggap darurat sudah disiapkan dan akan segera dicairkan sebesar Rp.480 juta, itu untuk sementara, kalau ada kekurangan mungkin akan kami pertimbangkan lagi, jelas Bupati.
Sehubungan dengan itu, tetangga korban yang rumahnya tertimpa longsor, Ujang mengatakan bahwa kejadian ini seolah tidak ada tanda-tanda akan terjadi longsor, makanya kami dan seluruh tetangga termasuk tetangga kami yang rumahnya tertimpa longsor tenang-tenang saja, jelasnya.
Tetapi anehnya kejadian ini sangat mengerikan, sebab sejumlah 6 RT yang ada di wilayah RW.06, semuanya kena, karena warga RW.06 ini posisinya berderet mulai dari RT.01 hingga RT.06 ada disekitar jalan desa yang saat ini tertimbun longsor kurang lebih sepanjang 1700 meter, ungkapnya.
Sementara sejumlah warga yang kena musibah, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, khususnya kepada Bapak Bupati Bandung Barat, Bapak H. Aa Umbara Sutisna, S.Ip, yang telah menengok kami dalam keadaan darurat seperti ini. Semoga atas kebaikan Bapak Bupati dan jajarannya termasuk para petugas dari Kecamatan Cililin dan dari Desa Kidangpananjung, mendapat balasan yang lebih dari segala yang dikorbankannya, baik tenaga, pikiran dan sejumlah materi yang telah dikeluarkan oleh beliau, ungkapnya.Yat/wan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *