Dana PKH Dijadikan Lahan Usaha

Bandung Barat, warta Pelita.com
Program Keluarga Harapan (PKH) salah satu program yang sangat membantu orang-orang yang kurang beruntung (Tidak mampu-Red). Dengan adanya program tersebut tentunya sejumlah warga yang tidak mampu merasa diperhatikan oleh pemerintah.

Program tersebut diperuntukan bagi Manusia Lanjut Usia (Manula), anak sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA serta balita, dengan nilai yang berbeda.Walaupun bagaimana mereka merasa tertolong dan dapat mengimbangi kehidupannya dengan orang yang mampu.

Salah satunya mereka dapat melanjutkan pendidikan anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, tidak seperti dulu, anak yang tidak mampu itu paling banter hanya menadapatkan ijazah lulusan SD, itulah yang mereka syukuri selama ini.

Namun sangat disayangkan, selama ini ada saja oknum yang memanfaatkan program terasebut, hingga para penerima manfaat merasa kecewa, karena uang tersebut banyak yang disunat, dengan alasan buat administrasi dan lain-lain.

Ada yang lebih parah lagi terjadi di Desa Sukamulya Kecamatan Cipongkor, ada tiga keluarga yang memberikan keterangan kepada wartawan, bahwa penerimaan dana PKH yang biasanya mendapat Rp.1 juta lebih, saat ini sudah dua kali menerima hanya Rp. 175.000 dan Rp.200.000 saja, padahal mereka mempunyai anak SMP dan Balita sedangkan yang satu lagi mempunyai anak SMA, SMP, SD dan balita.

Saat penerima manfaat menanyakan hal tersebut kepada pembimbing PKH, belum ada jawaban yang jelas, hanya ia mengatakan ada kesalahan teknis dan nanti tahun depan akan diperbaiki, katanya.

Ketiga orang penerima manfaat, yaitu Ny.D. Ny.I dan Mbak N, melaporkan kepada wartawan bahwa penerimaan PKH saat ini menjadi turun drastis dari Rp.1.200.000, naik menjadi Rp.1.900.000 malah sekarang turun drastis hanya menerima Rp.175.000,- dan Rp.200.000 saja. Katanya.

Ketika wartawan mengonfirmasikan hal tersebut kepada pendamping PKH desa Marlan, mengatakan bahwa ia sanggup memperbaikinya dan akan meminta maaf kepada ketiga penerima manfaat tersebut.

Namun saat ditanya dimana letak kesalahan tersebut, ia tidak mau memberikan keterangan yang jelas dan tidak mau menyalahkan pihak bank atau pihak lainnya, ia hanya berjanji akan menelusuri dan meminta maaf kepada penerima manfaat saja, jelas Marlan.

Dengan adanya perubahan yang signifikan ini tentunya ngundang tanda tanya yang besar apakah dana PKH ini dijadikan lahan Usaha atau dijadikan bancakan oleh oknum petugas, jelas sumber saat mengakhiri perbincangannya dengan wartawan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *