Dana Untuk Penyediaan Posko, Rumah Isolasi dan Sosialisasi, Senilai 8 persen Dari DD Dinilai Tidak Cukup


Bandung Barat, Wartapelita.com
Sejumlah desa di seluruh Indonesia, berdasarkan instruksi atau Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri, csetiap desa diwajibkan menyediakan Posko, Rumah Isolasi dan Melakukan sosialisasi mengenai COVID-19. Adapun untuk biaya tersebut dialokasikan dari Dana Desa sebesar 8 persen. Hal itu diharapkan sudah dimulai dari bulan April 2021, atau mulai pencairan Dana Desa tahap ke satu, bahkan bila darurat masalah ini boleh menggunakan dana talang, sebagaimana dikatakan Camat Cipongkor Yayat Ruhiyat, saat ditemui di ruang kantornya baru baru ini.

Menurutnya, bila masalah ini berlarut larut, saya selaku Ketua Satgas Tingkat Kecamatan akan bicara dengan media agar para Kepala Desa tidak leha leha, ujarnya.

Namun dari hasil pantauan media Warta Pelita, di sejumlah desa, kalau mengenai Posko memang setiap desa sudah ada, termasuk sosialisasi sudah berjalan, walaupun belum maksimal, tapi kalau masalah rumah isolasi, satu desa pun di sejumlah kecamatan belum tersedia.
Bahkan tak sedikit desa desa yang mencanangkan untuk rumah isolasi tersebut, akan menggunakan bangunan atau pasilitas yang ada di sekitar kantor desa, seperti ruang BPD, Poskesdes, Pustu dan yang lainnya.
Kenapa demikian?, karena menurut sejumlah Kepala Desa yang sempat dihubungi Warta Pelita, mengatakan, dana sejumlah itu tidak mungkin cukup untuk pembuatan atau ngontrak rumah isolasi tersebut, karena sejumlah kebutuhan ditanggulangi dari dana yang 8 persen itu, jadi jelas tidak akan cukup, makanya kami menyediakan pasilitas yang ada saja, paparnya.

Sehubungan dengan itu Camat Cihampelas Jajang. S Noor Arifin saat ditemui Warta Pelita, menyatakan bahwa dirinya belum mengecek secara langsung ke lapangan, sampai saat ini kami belum menerima laporan yang resmi, ujarnya.

Sementara Sekcam Kecamatan Cihampelas Asep Badrul Mu’in mengatakan, bahwa sebetulnya rumah isolasi yang tersedia disekitar kantor desa itu hanya untuk sementara, seolah olah hanya untuk persinggahan saja, karena kalau ada yang terpapar biasanya diisolasi di rumahnya masing masing, mungkin salah seorang yang. terpapar itu tidak merasa diasingkan, jelasnya. (Yat. SB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *