Di Tengah Pandemi, Ini Kegiatan Petani di Tanjungwangi


Kondisi pandemi Covid-19, tidak menyurutkan semangat para petani di Kampung Cibundar Desa Tanjungwangi Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. Setiap hari mereka melakukan kegiatan pertanian, menanam, dan merawat tak pernah lelah. Mereka terus berkarya walau pun di tengah pandemi.

Para petani tersebut berhimpun di sebuah kelompok bernama Rahayu Bersama, yang dirintis sejak tahun 2018, mereka merintis pertanian dengan menanam kacang edamame dan pernah mengikuti pelatihan bersama Balai Latihan Kerja.

Menurut salah seorang petani kacang edamame, Zenal mengatakan kepada Warta Pelita (5/10/2020) bahwa selama menanam kacang edamame cukup bagus setiap panennya, sehingga membuat ketertarikan para petani lainnya untuk bergabung menanam kacang tersebut. Selama kurang lebih dua tahun kami merintis penanaman kacang edamame, secara bertahap ada perubahan mainset para petani yang awalnya bertani padi, mereka akhirnya menanam kacang edamame.

Penanaman kacang edamame ternyata ada peningkatan penghasilan yang dirasakan oleh para petani di Kampung Cibundar, dalam setahun bisa panen empat kali bahkan lima kali.

“Yang asal mulanya petani dari lahan 20 tumbak ia dapat menghasilkan Rp. 600 ribu per 1 kali panen, nah kalau kita tanam kacang edamame itu hasilnya dari 20 tumbak itu sekitar 2 kintal setengah kalau diuangkan sekitar Rp 2.500.000. Nah dari situ kita dapat menilai berapa kali lipat dari hasil padi, jadi ya alhamdulillah, mulai sedikit-sedit seperti Bapak Engkus yang asal mulanya tanam palawija biasa sekarang sudah tanam kacang edamame”, tutur Zenal dengan nada semangat.

Di sini pun ada sungai Cisalaja, jika hujan sering muncul ikan asli sungai tersebut sejenis ikan benter sering bermunculan, bahkan ada pemancing dari luar warga desa Tanjungwangi yang sengaja mancing di sungai tersebut.

Air sungai tersebut selain berguna untuk pertanian juga oleh masyarakat digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari seperti untuk air minum, memasak, mencuci, dan lain-lain, ungkap Zenal.

Sementara itu, salah seorang pegiat pertanian kacang edamame, Udin mengungkapkan saat ini lahan yang digarap baru sekitar 1 hektar namun tempatnya tidak satu lokasi. Ia pun bersama kelompoknya bercita-cita ingin membuat agro wisata di bidang kacang edamame. Apalagi didukung dengan potensi daerah seperti batu cadas, terdapat kera, dan terdapat mata air sebagai penunjang sanitasi serta konservasi untuk terus ditingkatkan.

“Pertama, Ingin merubah mainset desa ini dan kampung kami ini sebagai desa wisata. Kedua, meningkatkan ekonomi daerah, dan ketiganya ingin mengurangi pengangguran. Kedepannya, saya bersama rekan-rekan Rahayu Bersama mau bikin wahana wisata edamame di Kampung Cibundar Desa Tanjungwangi”, Ungkap Udin mengakhiri pembicaraan dengan Warta Pelita. (Dadan S).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *