Forum Komunikasi Relawan Prabowo-Sandi Pertanyakan Polri Atas Kinerjanya

Jakarta.wartapelita.com – Senin Sore Forum Komunikasi Relawan Prabowo-Sandi melakukan Jumpa Pers terkait Mabes Polri dan Jajarannya Polri,Polda,Polres dan Polsek Seluruh Indonesia untuk tidak ikut campur dan intervensi politik praktis pilpres 2019 mendatang, di rumah aspirasi jl.Rumah Aspirasi, Jl.Cut Mutiah no.18, Menteng, Jakarta Pusat.(07/01/19)

Adapun narasumber terkait jumpa pers tersebut antara lain Lieus Sungkharisma (KoordinatorRumah Aspirasi Prabowo-Sandi),Dodi Panjaitan/ Si Botak
(Ketum Garuda Emas),Yudi Syamhudi Suyuti (Ketum KPN-GP 2019).

Latar belakang jumpa pers dilakukan karena adanya indikasi di tengah masyarakat yang menyoal aparat Kepolisian bersikap tidak netral terhadap masyarakat. baik perorangan maupun kelompok, dalam menggunakan hak-haknya sebagai warga negara untuk memperoleh Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang (Pasal 28 UUD 1945) Adanya arogansi aparat Kepolisian terhadap kegiatan masyarakat dalam kelompok relawan pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Sandi di Kota Mataram Lombok yang terjadi di Rumah Aspirasi Prabowo Sandi yang dikelola oleh Ormas Garuda Emas. Adanya hambatan terhadap masyarakat untuk menyelenggarakan kegiatan sosial di rumah Aspirasi Prabowo Sandi yang berlokasi di Larangan Tangerang Selatan.”tegasnya Lieus Sungkharisma”

Adapun landasan hukum mengacu kepada UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia, Pasal 23(1) Kepolisian Negara republik indonesia bersikap netral dalam kehidupan PoIitik dan tidak melibatkan dini pada kegiatan politik praktis, dan UU No. 34 Tahun 200 tentang Tentara Nasional Indonesia Pasal 39 prajurit dilarang terlibat dalam:(1). kegiatan menjadi anggota portal pom; (2). kegiatan politik praktis, UU No. 7 Yahun 2011 W tentang Pemilu, bahwa TNI/polri tidak Menggunakan hak politiknya. “tambahnya”

Dengan itu maka kami Forum Komunikasi Relawan Prabowo – Sandi Menyatakan Sikap antara lain;

1. Meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk bersikap netral.

menghormati serta melindungi segenap warga negara Indonesia dalam melaksanakan kegiatan sosial dan politiknya.

Meminta agar Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia memberikan peringatan keras kepada aparat yang melakukan hambatan. gangguan
dan intimidasi kepada masyarakat yang menggunakan hak berpolitiknya selama aspirasinya tidak terafiliasi dengan idiologi maupun Partai Politik terlarang mengacu pada TAP MPR RI No. XXV/1966.

3. Menyesalkan terjadinva insiden yang terjadi di Rumah Aspirasi Prabowo Sandi kota Mataram Lombok yang dikelola oleh Garuda Emas Lombok. Meskipun sudah dilakukan perdamaian dan adanya permohonan maaf dari oknum aparat bersangkutan, namun hal ini harus menjadi perhatian Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia agar hal ini tidak terjadi lagi di tempat-tempat lainnya di Indonesia.

4. Mengajak seluruh masyarakat untuk tetap melanjutkan kegiatannya dalam hal menyalurkan aspirasi politiknya karena dijamin dan dilindungi oleh Konstitusi (UUD 1945) dalam koridor Undang-undang dan peraturan yang berlaku, khususnya terkait dengan Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019.

(Yayan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *