Gagal Pasang Plang Ahli Waris Alm. Muhamad Rawi Batubara Kanit, IPTU Linter Silaoho Patut Dipertanyakan ???

wartapelita.com – Kota Pekanbaru, pemantuan Sat Brimob Polda RIAU serta Kapolsek Bukit Raya, namun tetap saja Pemasangan PLANG di areal lahan restoran Teras Kayu Resto tidak dapat terlaksana. Ketua LEADHAM (Lembaga Advokasi Hak Azasi Manusia) Internasional wilayah Jawa Tengah, DR.(H.C) Ir. Rismauli D. Sihotang bersama team advokat, Ulrikus laja, S.H., dan tim bodyguard Gabriel B. Wezo akhirnya menggelar jumpa pers di Hotel Drego, Jalan Jend. Sudirman Nomor 182 Kota Pekan Baru pada, Jum’at (7/02/2020) sore.

Hal ini terkait akibat ‘tertundanya’ kembali Pemasangan PLANG klaim atas tanah Ahli Waris almarhum Muhamad Rawi Batubara yang sebelumnya mendapatkan Penolakan dari pihak Penyewa Lahan dalam hal ini Pengelola Restoran Teras Kayu Resto. Tanah yang akan di pasang PLANG tersebut berlokasi di Jalan Jend. Sudirman RT.01/RW.02, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru – RIAU.

Seperti diketahui sebelumnya, pihak LEADHAM Internasional mendampingi korban Pelapor, Linda Isnaini Batubara, putri Almarhum Muhamad Rawi Batubara yang melaporkan oknum Pengusaha RIAU, Mery GUNARTI di Bareskrim POLRI pada hari Kamis, 30 Januari 2020 dengan nomor Laporan Polisi : LP/B/0055/I/2020/BARESKRIM.

Agenda Pemasangan PLANG yang telah memakan waktu hingga 4 hari, sejak Selasa 4 Februari hingga Jum’at 7 Februari 2020 dari rencana sebelumnya yang ditargetkan hanya 2 hari tersebut tak sesuai ekspektasi. Pasalnya, rencana tersebut telah banyak menguras tenaga, pikiran, biaya serta banyak waktu yang terbuang.

Ketua LEADHAM Internasional, DR. (H.C) Ir. Rismauli D. Sihotang menjelaskan saat menjawab pertanyaan awak media, yakni ada dugaan oknum Kepolisian setempat masuk angin, “ya, kalau masuk angin, jadinya (ma’af) mencret, jadi dalam hal ini masuk Angin tentu tanda kutip,” kelakarnya.

Dalam kesempatan ini, Bunda Risma, sapaan perempuan yang selalu tampil cantik ini juga mengungkapkan bahwa sesuai dengan peraturan yang berlaku pihaknya telah melayangkan surat permohonan, bantuan pengamanan (PAM) sehari sebelumnya. Hal ini ditempuh karena pihak LEADHAM Internasional mendapat pelarangan dari penggelola Teras Kayu Resto.

“Dari surat permohonan tersebut, maka sudah turun Surat Perintah (Sprint) pengamanan terkait ‘Pemasangan PLANG’, yang pada akhirnya dalam pelaksanannya ada oknum aparat Polresta yang terkesan justru malah menghalangi,” tutur Risma.

Dalam pemaparannya, Risma juga sangat menyayangkan tindakan aparat Polresta Pekanbaru yang diduga telah menganggap remeh pihaknya, juga kenapa Surat Perintah (sprint) tidak dapat diberlakukan seperti disepelekan.

“Sprint itu adalah suatu surat yang sangat-sangat bermakna, karena mewakili negara yang harus hadir didalam sebuah permasalahan. Kenapa sprint tidak dapat diberlakukan, sementara sprint itu seperti amanat Undang Undang, dan kita semua masyarakat Indonesia sama dalam mendapatkan perlakuan dihadapan hukum,” ujarnya.

Masih kata Risma, ini ditujukan langsung kepada Kapolres Kota Pekanbaru, Kombes Nandang Mu’min Wijaya. “Bapak Kapolres yang terhormat kami sudah beberapa hari meminta hak kami, terhadap perlindungan kami untuk memasang plang untuk pendampingan. Tetapi walaupun ada sprint yang tidak dapat diberlakukan alias ‘MANDUL’,” papar Risma.

Risma, wanita yang selalu energik ini juga berkomitmen, walaupun Pemasangan PLANG Ahli Waris (Alm.) Mohd. Rawi Batubara tertunda ia tetap selalu semangat untuk ciptakan perdamaian serta implementasi dalam hal mengungkap kebenaran dan keadilan yang harus ditegakkan.

“Tentunya dengan cara-cara patut melalui tindakan persuasif dan kondusif serta bukan dengan melakukan pembiaran cara premanisne pada pihak borjuis dan sikaya yg bisa beli segalanya untuk menghantam hak si wong cilik,” tegas wanita cantik yang selalu menang di pengadilan dalam setiap perkara yang ditanganinya.

Satu senti-pun pihaknya tidak akan mundur, lanjut Risma, dan tentunya justru akan mempermasalahkannya. “Kami maju lebih cepat, serta coba akan mencari dan melaporkan terkait hal ini ke Mabes Polri,” paparnya lagi.

“Maka melalui media ini, kami menyuarakan voice of voiceless serta melakukan tindakan perlawanan terhadap kejahatan stellionnat, demi keadilan yang berperikemanusiaan bagi orang-orang miskin di negara tercinta, Indonesia,” pungkasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ulrikus Laja, S.H., selaku tim Advokasi LEADHAM Internasional dengan mengatakan bahwa walaupun Pemasangan PLANG tertunda, namun secara hukum dengan dilaporkannya Mery GUNARTI di Bareskrim Polri tentu akan ada kelanjutannya.

“Karena kita sudah LP, tentu saja laporan tersebut akan segera ditindak-lanjuti oleh penyidik. Pertama pemeriksaan saksi pelapor untuk menyerahkan bukti-bukti yang kuat, serta nantinya tentu ada pemanggilan terhadap Mery GUNARTI. Artinya hal tersebut merupakan bagian dari proses hukum yang tengah berjalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Nandang Mu’min Wijaya saat melakukan komunikasi dengan ketua LEADHAM Internasional memohon ma’af jajarannya tidak dapat berbuat banyak serta tentunya jangan sampai memihak dan juga menyarankan penundaan pemasangan plang Ahli Waris Mohd. Rawi Batubara.

“Mohon ma’af bu, saya harus netral, kita sudah coba mengamankan
Pelaksanaan PAM, tapi pihak Teras Kayu Resto juga menjaga lokasi lahannya karena merasa ada hak atas lahan tersebut. Jadi sebaiknya ditunda dulu bu, sampai ada hasil penyidikan dari Bareskrim Polri dan atau penyidik yang menangani kasus, juga ibu bisa menjelaskan kepada kami pembuktian hukumnya dan bersama pihak Winda /Penasehat hukumnya melaksanaakan penyitaan apabila terbukti dalam penguasaan tanah tersebut,” terangnya.

Reporter

Yayan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *