Gelar Aksi Protes, Capres Sam Aliano Minta MK Batalkan PT 20 Persen

Jakarta, Wartapelita.com

Ketentuan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden membatasi untuk memperoleh alternatif calon presiden dan wakil presiden karena berpotensi besar menghasilkan calon tunggal. Ketentuan a quo juga dinilai bertentangan dengan jaminan persamaan hak seluruh peserta pemiIu untuk mengajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden serta melanggar hak memperoleh kesempatan yang sama untuk duduk di pemerintahan.

“Saya sebagai calon presiden bersama relawan menggelar aksi protes ke MK agar menghapus ambang batas presiden 20 persen. pasal ini sangat bertentangan dengan demokrasi dan tidak adil bagi kami,”Ujar Capres Sam Aliano.

Calon petahanan Jokowi sudah mengamankan tiket pencalonannya dengan menguasai mayoritas partai politik (Parpol) di antaranya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golkar, Partai Hanura, Partai NasDem, dan Partai PKPI.

“Sekarang hanya tinggal 3 atau 4 partai saja yang belum menentukan calon, itupun ¬†diperebutkan banyak capres. Dan yang lebih menyulitkan lagi adalah syarat ambang batas presiden. Sudah sulit mendapatkan dukungan partai, ditambah lagi dengan ambang batas presiden 20 persen. Ini sangat tidak adil,” terangnya.

Partai politik, Menurut Sam, seharusnya berpihak kepada rakyat karena sejatinya merupakan representasi dari rakyat. Sayangnya, parpol dikuasai oleh kepentingan ketua umum dan sejumlah elit partai tanpa memikirkan kepentingan rakyat.

“Seharusnya ketum partai ke pihak rakyat dan mendengar rakyat karena partai milik rakyat bukan milik perusahaan atau pribadi. Jangan karena mendapatkan jatah, lalu melupakan rakyat. Sekalian aja semua partai ke pak Jokowi, kenapa tidak sekalian pak Jokowi jadi calon tunggal saja,”pungkasnya.

Sam Aliano mengharapkan, Jokowi membuktikan keseriusannya saat berbicara di sejumlah media agar dalam pilpres mendatang banyak pilihan capres. Dengan begitu, rakyat akan leluasa menentukan calon presiden yang benar-benar layak memimpin Indonesia.

“Menurut Jokowi banyak capres banyak pilihan, banyak pilihan mana pak Presiden Jokowi , Buktikan keseriusanya. MK seharusnya mengikuti keinginan pak Jokowi agar banyak alternatif capres. Faktanya, pilihan hanya 2 kandidat, untuk 3 atau lebih agak sulit,”(Yayan Achmad Yani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *