Kades Cihampelas Dituntut Mundur, Sejumlah Warga Sambangi Kantor Camat


Bandung Barat, Wartapelita.com
Kepala Desa (Kades) Cihampelas Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat (AM) oleh warganya dituntut mundur atau meletakan jabatannya dari Kepala Desa. Pasalnya oknum Kades tersebut sudah tidak sinergi lagi dengan warganya. Hal itu diungkapkan Ketua Forum Peduli Masyarakat Cihampelas (FPMC) Nandang Sungkara (Belo) yang didampingi pengurus lainnya, saat ditemui Warta Pelita di Sekretariat FPMC yang beralamat di RT.05/RW.02 Desa Cihampelas, baru baru ini.

Menurut Ketua FPMC, masalah Kepala Desa ini sebetulnya sudah lama dipantau oleh warganya, karena dalam kinerjanya kurang baik, salah satunya dalam pelayanan terhadap masyarakat dan diduga banyak penyimpangan dalam menggunakan anggaran, baik dari Alokasi Dana Desa (ADD) maupun dari Dana Desa (DD), jelasnya.

Adapun tuntutan warga yang disampaikan kepada pihak terkait, seperti kepada BPD Desa Cihampelas, Camat Cihampelas, DPMD Kabupaten Bandung Barat dan kepada Inspektorat Kabupaten Bandung Barat, termasuk yang hari ini disampaikan melalui dialog antara masyarakat, pengurus Forum dan pihak Pemerintahan Desa serta Kecamatan, adalah sebagai berikut :
Penggunaan Anggaran Dana Desa Tahun 2020 tidak transparan, 2. Dalam penggunaan anggaran tidak memasang papan informasi sebagai layaknya desa desa yang lain, 3. Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2020 tidak merata, dan disinyalir hanya dibagikan sebagian, 4.dana kebencanaan yang sudah dianggarkan dari dana Desa tahun 2020, sebesar Rp.316 juta lebih, tidak disalurkan/ tidak diberikan kepada yang berhak menerimanya, 5. Selama tahun 2020, tidak ada pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana, 6. Pelayanan terhadap masyarakat kurang baik, 7. Diduga melakukan praktek tumpang tindih dalam penggunaan anggaran, 8. Melakukan tindakan sewenang wenang terhadap aparatur pemerintahan desa (perangkat desa), bongkar pasang atau mengganti perangkat desa tidak melalui mekanisme yang benar, yang telah ditentukan dalam aturan, 9. Kepala Desa Cihampelas sama sekali tidak merealisasikan visi dan misinya sebagaimana yang disampaikan/dijanjikan saat yang bersangkutan berkampanye. Itulah diantaranya kelemahan dan kelalaian Kepala Desa Cihampelas, tandas Belo.

Pada acara audensi dengan pihak Muspika Kecamatan Cihampelas, yang dihadiri Camat, Sekcam, Danramil, Perwakilan dari Kapolsek Cililin serta Ketua Apdesi Kecamatan Cihampelas, sejumlah warga menyampaikan uneg unegnya, yang mereka alami, salah satunya mengenai pelayanan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Menurutnya masalah pelayanan kurang baik, kemudian masalah BLT tidak merata, bahkan tak sedikit warga yang menerima BLT hanya dua atau tiga kali saja dan tidak utuh, selalu ada potongan yang dilakukan oleh oknum tertentu, paparnya.
Salah seorang warga yang dihubungi Warta Pelita, menyebutkan bahwa dirinya tidak punya kepentingan untuk pribadi, tapi saya khawatir terhadap masyarakat yang selama ini hanya dibohongi saja, oleh Kepala Desa tersebut. Seperti yang disampaikan pada kampanye saat pencalonan Kepala Desa satu pun tidak ada yang terealisasi, semua bulsit, tegasnya.

Kemudian masalah dana bencana, yang telah dianggarkan tak kurang dari Rp.300 juta, sama sekali tidak disalurkan kepada yang berhak menerima, padahal sejak bulan Maret hingga Oktober 2020, ada sejumlah rumah warga yang roboh akibat kena terjangan angin puting beliung, sampai saat ini tidak ada yang menerima bantuan tersebut, sebagaimana dikatakan Cahya Sumirat, salah seorang warga di RW.13 yang rumahnya tertimpa pohon hingga hancur.

“Kalau saya tidak berupaya mau bagaimana, saya mau tidur dimana ? saya ini manusia, sedangkan hewan juga diberi kandang, masa manusia akan dibiarkan begitu saja, coba kalau memang pemerintah setempat peduli terhadap warganya, apa salahnya minimal dibelikan tenda atau apa yang sekiranya dapat melindungi keluarga kami, sampai saat ini mana kepedulian Kepala Desa itu”, jelas Cahya dengan nada sedih dan kecewa.

Camat Cihampelas Djadjang S Noor mengungkapkan, saya mengapresiasi terhadap warga Cihampelas, yang sangat peduli terhadap desanya, terutama dalam pengawasan pelaksanaan kinerja Kepala Desa beserta perangkatnya, berarti warga Desa Cihampelas ingin maju dan sangat mengharapkan pemimpin yang baik dan peduli terhadap warganya.

Namun dalam permasalahan ini tentunya harus melalui proses dan melalui tahapan tahapan sesuai dengan aturan yang berlaku, karena camat tidak bisa memutuskan secara langsung sebagaimana keinginan warga, paparnya.
Sementara Sekcam Cihampelas Asep, mengatakan bahwa mekanisme telah ditempuh, seperti mediasi secara internal sudah kami lakukan. Tinggal mediasi secara eksternal, mungkin akan kami lakukan secepat mungkin, agar masalah ini tidak berlarut larut, jelasnya.(Yt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *