Kekisruhan Pasar Desa Mekarmukti Belum Terselesaikan

Bandung Barat, Warta Pelita

Perwakilan Perkumpulan Pedagang Pasar dan Panitia Pembangunan Pasar Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (04/10) kemarin, audensi kepada Bupati Bandung Barat. Maksud dan tujuan audensi tersebut selain silaturahmi dengan Pak Bupati juga ada hal yang perlu dimusyawarahkan, yaitu mengenai kekisruhan Pasar Desa Mekarmukti, yang sampai saat ini belum ada kesepakatan antara para pedagang dan panitia pembangunan termasuk dengan pengembang. Hal itu diungkapkan Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Desa Mekarmukti, Ajah, saat ditemui Warta Pelita sebelum masuk ke ruangan Bupati.

Menurutnya para pedagang pasar mengharap adanya keputusan dari pihak panitia dan pengembang, tetapi sampai saat ini belum ada titik temu. Makanya kami dari para pedagang pasar dan pihak panitia melakukan audensi kepada pak Bupati, untuk mencari solusinya, agar masalah ini cepat selesai dan tidak berkepanjangan.katanya.

Dihadapan Bupati, Ajah mengungkapkan segala permasalahan yang menyangkut kekisruhan pasar tersebut, terutama yang berkaitan dengan pembayaran uang muka, untuk pembangunan pasar, yang sudah diberikan oleh sejumlah para pedagang kepada pihak panitia pembangunan pasar.

Adapun jumlah uang yang diserahkan kepada panitia jumlahnya pariatif, paling sedikit Rp.4 juta hingga 60 jutaan, perorangnya, Karena seorang pedagang itu ada yang mempunyai kios 5 hingga 8 unit, maka uang mukanya tidak sama, jelasnya.

Tetapi menurut Ketua Panitia Yudi, bahwa uang muka itu tidak dipegang oleh panitia, karena uang tersebut diserahkan kepada pengembang. Dalam hal ini panitia hanya membantu atau mempasilitasi pengembang, untuk mengumpulkan uang muka dari para pedagang pasar,tandasnya.

Sedangkan uang yang masuk dari para pedagang, mencapai Rp.1,5 Miliar plus dari pendaftar baru sebesar Rp.400 juta, jadi jumlah keseluruhan mencapai Rp.1,9 Miliar.Uang tersebut oleh pengembang baru digunakan untuk membangun kios-kios buat relokasi, yang tanahnya sudah disediakan oleh pihak panitia, dapat ngontrak dari masyarakat setempat.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna,Sip dalam paparannya mengharapkan dari semua pihak jangan saling menuding atau suudzon terlebih dahulu, lebih baik kita saling selamatkan jangan saling menyalahkan. Dalam hal ini mari kita pecahkan untuk mencari solusi yang terbaik.

“Pertama bagi pak Kades jangan jadi beban yang berat, karena sebentar lagi akan lengser dari tugasnya. Jadi nanti setelah lengser jangan ada permasalahan yang belum diselesaikan, segera selesaikan masalah ini sampai tuntas”, tegas Bupati.

Kedua bagi para pedagang yang tadinya menuding bahwa uang itu habis oleh panitia dan pak Kades, kalau sudah ketahuan seperti ini tinggal bagaimana selanjutnya, apakah pasar jangan dulu dibangun, tapi uang dibebaskan tak usah dikembalikan, atau bagaimana?”.jelas Aa Umbara.

“ Karena saya tidak bisa memutuskan, sebab itu hak para pedagang, apalagi ini kan bukan tanah Pemda atau pasar Pemda tetapi tanah Desa dan Pasar Desa. Sedangkan pasar yang berdiri diatas tanah Pemda juga tetap para pedagang yang mempunyai keputusan”.paparnya.

“Saya selaku Bupati hanya memberikan izin pembangunannya saja, bila permasalahannya sudah beres, kalau masalahnya belum beres tentunya izin akan ditangguhkan. Tapi kalau masalah Pasar Desa Mekarmukti, saya siap membantu untuk ikut menyelesaikannya, karena saya dari awal sebelum menjadi Bupati sudah tahu permasalahannya. Tapi hal ini harus segera diselesaikan, karena yang saya urus itu bukan hanya Pasar Desa Mekarmukti saja, tandas Bupati.

Selain itu saya berharap seandainya ada permasalahan apa saja, segera selesaikan dengan cara musyawarah untuk mufakat. Untuk Kabupaten Bandung Barat ini, mari kita ciptakan iklim yang kondusif, agar masyarakat Bandung Barat ini merasakan situasi dan kondisi yang tertib,aman dan nyaman, imbuhnya.

Namun pihak panitia merasa keberatan, seandainya uang muka dari pedagang lama tidak dikembalikan, kemudian pembangunan pasar ditangguhkan, bagaimana bagi para pedagang baru, yang mendaftar sebagai tambahan. Karena sedianya pasar itu akan dibangun dua tingkat dan akan menambah kios ,yang diperuntukan bagi pedagang baru yang sudah mendaftar dan memberi uang muka, sebagaimana dikatakan Yudi.

Maka dari itu kami selaku panitia, minta petunjuk dan saran kepada Bapak Bupati, bagaimana solusinya agar permasalahan ini bisa selesai, tanpa ada sesuatu hal yang tidak diinginkan, jelas Yudi.

Disamping itu Bupati menyarankan dalam pertemuan ini semua pihak, baik para pedagang, panitia dan pengembang harus hadir, dan insya Allah saya akan mengundang pengembangnya, agar permasalahan ini segera tuntas. Kemudian masalah tempat untuk musyawarah kalau ditempat ini tidak cukup, masih ada aula yang bisa dipakai, katanya.

Sementara salah seorang pedagang mengungkapkan, lebih baik ditangguhkan dulu pembangunan pasar itu, walaupun uang muka tidak dikembalikan kami ikhlas, katanya. Adapun pihak panitia merasa keberatan mengenai pendaftar baru, itu terserah, karena sudah risiko panitia dan pengembang, yang penting para pedagang lama terselamatkan, ungkapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *