Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Mengutuk Tindakan Diskriminatif Terhadap Pemerintah China Persoalan Muslim Uyghur

Jakarta.wartapelita.com – Kamis Siang Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) telah mengadakan Rapat Terbuka untuk Seruan Aksi Nasional #SAVE MUSLIM UYGHUR# pada esok hari Jumat 21 Desember 2018 di Tebet Utara Jakarta Selatan.(19/12/18)

Sebagaimana diberitakan luas oleh media masa internasional bahwa Muslim Uyghur dt Provinsi Xinjiang,Cina  mengalami kebijakan diskriminatif dari pemerintah komunis Cina. Muslim Uyghur mengalami penyiksaan, pengucilan, dan pelarangan  menjalankan ajaran agama mereka. Jutaan warga Muslim Uyghur dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk menghapuskan dan menghilangkan identitas keislaman mereka.

Menyikapi penderitaan Muslim Uyghur dan kebijakan diskriminatif pemerintah Cina ini. maka Majlis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MlUMl) :

1. MENGECAM DAN MENGUTUK TINDAKAN DISKRIMINATIF pemerintah komunis Cina terhadap Muslim Uyghur yang merupakan pelanggaran keras terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), dan hukum internasional, karena kebebasan beragama adalah salah satu Hak Asasi Manusia yang paling mendasar, sebagaimana ditegaskan oleh International Convenant on Social and Political Rights.

2. Menuntut pemerintah komunis Cina agar segera MENGHENTIKAN TINDAKAN DlSKRlMlNATlF DAN PELANGGARAN HAM terhadap Muslim Uyghur. Dan memberikan kebebasan bagi warga muslim Uyghur untuk menjalankan ajaran agamanya

3. Mengajak dunia lnternasional untuk MENEGAKKAN HAM bagi seluruh umat manusia, dan memberi tekanan kepada pemerintah komunis Cina untuk segera menghentikan tindakan diskriminatifnya terhadap Muslim Uyghur.

4. Mendesak kepada negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk segera BERTINDAK TEGAS TERHADAP PEMERINTAH CINA demi untuk menyelamatkan saudara-saudara Muslim Uyghur dari penderitaan mereka dan kembali mendapatkan hak-hak sipil mereka.

5. Mendukung usulan Jerman yang mendesak PBB mengirim tim Komisi HAM untuk menginvestigasi pelanggaran yang dilakukan pemerintah Cina

6. Mendesak dan menuntut pemerintah Indonesia untuk memainkan perannya sebagai negara dengan non muslim terbuat di dunia dalam membela nasib umat Islam di Uyghur, dan MEMBUAT PERNYATAAN SEBAGAI SIKAP RESMI PEMERINTAH dan umat lslam Indonesia yang mengecam dan mengutuk keras terhadap pemerintah Cina atas tindakannya yang sangat diskriminatif terhadap Muslim Uyghur.

7. Menyeru dan mengajak seluruh tokoh umat Islam dan tokoh nasional serta seluruh elemen umat dan bangsa untuk bersatu dan bergerak melakukan apa yang kita mampu untuk membela Muslim Uyghur.

Samoga Allah menjadikan kita sebagai wasilah untuk meringankan beban dan penderitaan saudara kita warga Muslim Uyghur di Cina.(Yayan)

TTD

Dr.H.Hamid Fahmy Zarkasyi
(Ketua Umum)

TTD

(KH.Bachtiar Nasir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *