MUSPIKA Turun Tangan, Gelar Mediasi Atas Polemik Pengelolaan Limbah Garment PT. MGS


Wartapelita.com, Sukabumi
Pemerintah Desa Pondokkaso Landeuh Kecamatan Parungkuda mengambil langkah atau upaya mediasi terkait Pengelolaan limbah produksi PT. MINU GARMENT SUKSES (MGS), bertempat di Aula Kantor Kecamatan Parungkuda kabupaten Sukabumi Jawa Barat (18/2/2021).

Agenda musyawarah “mediasi” yang digelar di Aula kantor Kecamatan Parungkuda, Perihal Pengelolaan Limbah PT. MGS dan Dana Kompensasi Perusahaan Out Sourcing yang berada pada PT. MGS.

Dalam musyawarah tersebut para pihak yang diundang adalah para Ketua RW yang dianggap berada dilingkungan terdampak langsung dengan area PT. MGS, yaitu Ketua RW. 02. RW. 03. RW. 05 dan RW.07, yang sebelumnya telah sepakat untuk mewakilkan pengelolaan limbah di PT. MGS kepada Sdr. Enang Ruswandi yang akrab dipanggil “Sawor”. Adapun pihak lain yang diundang adalah Ketua RW.04 yaitu Sdr. Ade Porong Cs yang notabene sejak 2016 hingga saat ini sebagai pengelola limbah PT. MGS tersebut.

Oleh karena atas Penunjukkan warga setempat yang diwakili oleh Ketua RW. 02, RW. 03, RW. 05 dan RW.07 terhadap Sdr. Enang Ruswandi alias “SAWOR”, hal ini mendapat reaksi dari Ujang Sopandi, selaku Kepala Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kab. Sukabumi, yang sebelumnya pada tanggal 4/2/2021 telah memanggil para ketua Rw dan para ketua Rt yang telah membubuhkan tandatangan atas penunjukkan terhadap Sdr. Sawor sebagai Pengelola Limbah PT. MGS, dengan alasan tidak ada dasar hukum untuk menunjuk sdr. Sawor sebagai pengelola limbah.

Hingga pada tanggal 4/2/2021 diadakan musyawarah “DESA” yang menghasilkan delapan poin keputusan, diantaranya adalah Pengelolaan Limbah PT. MGS diambil alih Pemerintah Desa Pondokkaso Landeuh dengan Pembagian Pembelinya adalah Sdr. Enang Ruswandi (Sawor) dan Sdr. Ade Porong Cs, hal ini dilakukan oleh Pemerintah Desa Mengacu kepada Perdes PADes yang sudah ada.

Sdr. Ade Porong yang merangkap sebagai Ketua Rw.04 sekaligus sebagai pengelola limbah yang masih bertahan di PT. MINU GARMENT SUKSES (MGS) sejak awal tahun 2016 hingga saat ini, dengan segala cara mempertahankan alias tidak mau melepaskan begitu saja pengelolaan limbah tersebut, jatuh ke tangan warga lain.

Bahkan menurut Kepala Desa Pondokkaso Landeuh sendiri, tidak pernah ada komitment atau rekomendasi apapun terhadap Sdr. Ade Porong Cs, terkait dia sebagai Pengelola Limbah PT. MGS, Sehingga menimbulkan anggapan terjadi sengketa antar warganya.

Dalam agenda musyawarah mediasi yang dihadiri oleh Camat Kecamatan Parungkuda, Kapolsek Parungkuda serta Ujang Sopandi, Kepala Desa Pondokkaso Landeuh beserta stafnya dan BPD yang diwakili oleh anggotanya, pada kesempatan tersebut, Camat Kecamatan Parungkuda menyampaikan Bahwa “permasalahan tersebut adalah kewenangan pemerintah desa, yang seharusnya diambil alih oleh pemerintah dengan mengoptimalkan perangkat atau lembaga pemeritahan desa berdasarkan aturan Pemerintah Desa yang mengatur secara subtansi maupun teknisnya”, jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Kapolsek Parungkuda, “selain menggunakan aturan pemerintah desa yang harus segera dibuatkan, diharapkan tetap menjaga stabilitas Ketentraman dan Ketertiban, selalu mengedepankan musyawarah dan menjaga persatuan dan kesatuan”.

Sdr. Enang Ruswandi yang akrab di
panggil “Sawor” didampingi kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Awalindo Law Firm Dadi Kusnadi,SH. menyampaikan “bahwasanya sdr. Enang Ruswandi secara prinsip mewakili Warga setempat, yang mana sebelumnya pada tanggal 27/1/2021, warga tersebut memberikan dukungan kepadanya, dengan membuat pernyataan dukungan kerja.

Selanjutnya atas perihal tersebut langsung disampaikan oleh Sdr. Enang Ruswandi kepada Kepala Desa Pondokkaso Landeuh sebagai Pemberitahuan. mungkin atas dasar kehati-hatian Pemerintah Desa menyikapinya dengan mengundang warga tersebut dalam musyawarah terlebih dahulu, yang dilaksanakan pada tanggal 4/2/2021.

Agenda musyawarah tersebut adalah terkait Pengelolaan Limbah di PT. MGS, Dana Kompensasi yang besarannya Rp. 3,000,000, (tiga juta rupiah) tiap bulan dari Perusahaan Jasa Out Sourcing yang berada di PT. MGS dan Masalah Ketenaga Kerjaan, dengan menghasilkan delapan poin keputusan diantaranya bahwa:
1.Pengelolaan Limbah stock lot, limbah roll_an, Baju Bekas, Kardus, plastik bekas di PT. MGS dikelola oleh Pemerintah Desa, berikut menentukan sebagai Buyer nya adalah Sdr. Enang Ruswandi als Sawor dan Sdr. Ade Porong Cs.

Ditambahkan olehnya “bahwa dalam hal ini (Sdr. Sawor) justeru dari sejak awal Mendorong Pemerintah Desa, agar tegas dalam mengambil keputusan pengelolaan dan pengaturannya oleh pemerintah Desa, agar tidak ada kecurigaan atau dugaan subyektif kepada Pemdes, serta menginginkan transparansi terhadap kontribusi “jatah” pemerintah desa yang konon masuk sebagai pendapatan asli desa (PADes) berikut dicatatkan dalam APBDes sebagai Perolehan dan atau Penerimaan yang sah, sebagaimana harapan warga lainnya.

Ditambahkan oleh Kuasa Hukumnya “Kami menunggu kesungguhan Pemerintah Desa Pondokkaso Landeuh agar memperhatikan hasil mediasi yang telah digelar di Kantor Kecamatan Parungkuda tanggal 18/2/2021, sebagaimana Bapak Camat dan Bapak Kapolsek jelaskan, untuk segera membuat Peraturan yang dapat mengakomodir semua kepentingan, misalnya Pemerintah Desa menggunakan Perdes terkait pengelolaan limbah tersebut yang dimaksud dalam Peraturan pelaksanaan Perdes PADes yang konon telah disempurnakan, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Desa Pindok Kaso Landeuh, di Kantor nya, pada hari senin tanggal 15/2/2021 yang lalu”.

Serta mengingat kutipan yang disampaikan oleh Forkompimcam Kec. Parungkuda pada kesempatan acara musyawarah mediasi tanggal 18/2/2021di aula kecamatan Parungkuda “bahwa secara prinsip terkait penanganan berikut pengaturan pengelolaan limbah dimaksud adalah kewenangan Pemdes Pondokkaso Landeuh, dengan mengoptimalkan peran organ atau instrumen pemerintahan desa, seperti BPD dan atau Lembaga Kemasyarakatan Desa untuk membuat regulasi yang jelas sebagai dasar acuannya.(Dadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *