Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Enggan Memasang Papan Informasi

Bandung Barat, Warta Pelita.com
Sejumlah pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dilaksanakan akhir Tahun Anggaran 2019, hampir semua enggan memasang papan informasi (Papan Proyek-Red), baik pembangunan jalan, sekolah maupun pembangunan lainya.

Salah satu contoh pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) dan kirmir yang berlokasi di Cijenuk Kecamatan Cipongkor dan Pasirpogor Kecamatan Sindangkerta, ada dua titik dengan pelaksana yang berbeda. Menurut sumber, yang satu pemborongnya Pak Rojak dari Cikalong dan yang satu lagi pemborongnya Pak Wahyu dari Sindangkerta.

Kedua proyek tersebut tidak memasang papan proyek, apakah PT,CV atau Swakelola dengan biaya berapa dan sumber dana darimana, itu semua gelap, mungkin ini yang dinamakan proyek siluman itu, karena sama sekali tidak ada informasi yang jelas.

Kemudian sejumlah sekolah SD dan SMP di sejumlah tempat di Bandung Barat, yang sedang melaksanakan rehabilitasi ruang kelas, yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK), semuanya tidak ada yang memasang papan informasi.

Dengan adanya pelaksanaan pembangunan seperti ini, tentunya menjadi pertanyaan dari sejumlah masyarakat, apalagi bagi masyarakat yang mengerti tentang bangunan, kenapa katanya pembangunan sebesar ini tanpa ada pemberitahuan yang jelas.

“Katanya sekarang ini harus transparan terhadap publik, pelaksanaan pembangunan apapun yang menggunakan anggaran pemerintah, baik dana dari APBD maupun APBN harus transparan”, jelasnya.

“Apakah dengan tidak adanya papan informasi ini untuk menutupi para pelaksana, karena pekerjaannya asal-asalan alias asal jadi, agar keuntungannya lebih besar, atau memang tidak ada pengawasan yang lebih ketat dari pemberi anggaran ?” jelasnya.

“Kalau seperti ini tentunya seolah memberikan peluang kepada para oknum pelaku kejahatan untuk seenaknya melakukan kecurangan dan korupsi berjamaah, sedangkan sejumlah masyarakat dirugikan akibat perbuatan oknum-oknum tersebut. Karena dalam pengerjaan proyek tersebut tidak memikirkan kualitas atau manfaat yang besar bagi masyarakat, yang penting oknum tersebut mendapat keuntungan yang lebuih besar“ paparnya.

Apalagi kalau mengacu kepada motto Kabupaten Bandung Barat, yaitu “Bandung Barat Lumpaaat” kapan kita mau lumpatnya, paling bagi kita hanya bisa jalan ditempat, hanya merekalah atau oknum-oknum penjahat yang dapat lumpat, membawa hasil dari pat gulipat, tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *