PELUNCURAN BUKU PANDUAN BERMUAMALAH MELALUI MEDIA SOSIAL KARYA Dr. H. M. ASRORUN NI’AM SHOLEH, MA.

wartapelita.com – Jakarta, Kamis sore Penerbit Emir (Erlangga Group) meluncurkan buku berjudul “PANDUAN BERMUAMALAH MELALUI MEDIA SOSIAL”, bertempat di Panggung Utama klamic Book Fair 2020, di Jakarta Convention Center (JCC). (27/02/20)

Acara ini drangkai dengan sesi bedah buku yang dimulai sejak pukul 16.00-17.30 WIB. Pada sesi bedah buku, hadir sebagai pembicara utama Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA. selaku penulis, la adalah penulis produktif yang saat ini menjabat sebagai Deput Kemenpora RI Bidang Pengembangan Pemuda la juga menjabat jabatan Sekretaris Komis Fatwa MUI.

Hadir pula pada acara kal ini, penyanyi religi yang tengah digandrungi generasi milenial muslim, yaitu Veve Zulfikar Juga Belinda Agustya, M.Psi, seorang psikolog anak dan remaja, Jalannya bedah buku dipandu oleh Muhammad Abdul idris (Founder Indonesie Youth Forum).

Buku Panduan Bermuamalah melalui Media Sosial, karya Dr. Asrorun Ni’am Sholeh. MA membahas tuntas mengenai cara penggunaan media sosial yang baik dan benar, sesuai dengan tuntunan agama Islam maupun perundang-undangan yang berlaku di Indonesia Kedua tema besar tersebut terbagi ke dalam 10 bagian atau bab, yang dibahas secara komprehensif dengan mengacu pada keyakinan bahwa media sosial tak ubahnya ujung pedang bermata dua, yang selalu menampilkan dua wajah, baik yang positif maupun negatif.

Menurut Dr. Asrorun Ni’am Sholeh. MA bahwa penggunaan media sosial, dalam perspektif islam, seharusnya menghasikan hal-hal yang positif. Menggunakan media sosial termasuk ke dalam bidang muamalah yang asal hukumnya boleh-boleh saja, namun hukum yang boleh-boleh saja ini dapat menjadi sesuatu yang wajib jika tujuannya adalah kebaikan. Sebaliknya, menjadi tertarang jka pelaksanaannya melanggar prinsip-prinsip akhlak bergaul dan nilai-nilai Islam yang luhur.”pungkasnya”

Persoalan tersebut dibahas secara detail pada bagian 8, yang menjabarkan produk fatwa hukum yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai pedoman dalam menggunakan media sosial Uraian pada bagian ini menunjukkan peran agama dalam mencegah kerusakan di masyarakat yang ditimbulkan pola komunikasi yang baru menggunakan media sosial. Pada bagian sebelumnya, buku ini mendesak para pengguna media sosial untuk lebih proaktif dalam membanjir media sosial dengan konten-konten yang positif. Hal ini bertujuan untuk menangkal berita bohong maupun hoks dalam ruang perancangan di media sosial.”paparnya”

Buku ini juga menyarankan para pengguna media sosial untuk meningkatkan kemampuan di dalam aspek literasi digital, tak bosan untuk menerapkan prosedur saring sebelum sharing sebuah konten, juga mengembangkan nalar berpikir kritis (otical thinking) terhadap semua informasi yang diterima. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan media sosial kita, yang kebanyakan digunakan oleh generasi muda menjadi lebh positt Setiap bagian dalam buku ini dijabarkan dengan bahasa yang ringan dan menyajikan data data konkret sehingga mudah dipahami untuk semua kalangan. Pada akhir buku juga disajkan glosarium yang menjelaskan kosa kata yang kerap digunakan di dunia media sosial.”tambahnya”

Peluncuran buku ini adalah komitmen penerbit Emir (Erlangga Group) untuk turut serta menciptakan kedewasaan umat islam dalam menggunakan media sosial di ruang public yang kerap riuh rendah, bahkan kadang meresahkan. Keadaan seperti ini sejatinya tidak dikehendaki oleh nilai-nlai islam mana pun, dan tidak dibenarkan secara hukum nasional.

Karena itu, buku ini direkomendasikan untuk dibaca oleh anak-anak muda generasi milenial, pelajar, dan mahasiswa, sebagai pemilk sah dunia digital dan media sosial Juga untuk kalangan pendidik, orang tua, maupun pemangku kebijakan, agar lebih tepat dalam menangani persoalan-persoalan terkait dengan sisi gelap dari media sosial.”tutupnya”

Reporter

Yayan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *