PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BEKASI GO INTERNASIONAL

</

wartapelita.com – Bekasi, Tabloid Danta Kedatangan Guru asal Filipina Manila melalui Program Sister School, pertukaran tenaga pendidik antar Negara Asean, khususnya Filipina dan Indonesia melalui atase keduataannya di Jakarta
sempat heboh dan bahkan berdampak negative karena berita yang
dipelintir seolah Kota Bekasi mengimpor Guru dari Luar Negeri. Padahal
pada faktanya, kedatangan beberapa guru dari Manila yakni: Mr. Ray, Mr.
Brian, Mr.Archi,dan Miss Baby merupakan program pertukaran biasa dan itu sudah berlangsung sejak lama antar Negara-Negara Asean.(24/05/19)

Kunjungan beberapa guru asal Manila tersebut merupakan kegiatan
studi komparasi antar dua Negara, kebetulan Provinsi Jawa Barat,
menunjuk Kota Bekasi sebagai lokasi tujuan kunjungan tersebut. Dan hal
ini tentu saja merupakan sebuah kebanggaan dan prestasi bagi Kota
Bekasi, khususnya Dinas Pendidikan sebagai orientasi kunjungan tersebut.
Lalu apa sebenarnya yang mereka lakukan di Kota Bekasi, dan apa tanggapan mereka setelah mengenal Kota Bekasi, ketika mereka tinggal hampir dua pekan disini.
Banyak hal yang mereka lakukan di Bekasi.”sebagaimana disampaikan oleh Dr. Siti Aisyah, Kasi Dikdas Kota Bekasi.

Kedatangan mereka untuk berbagi informasi tentang pengajaran dan pembelajaran, sehingga yang dilakukan pun berhubungan dengan pendidikan, misalnya cara mengajar, menggunakan metode pembelajaran, bahkan mereka juga memberikan pelatihan bahasa Inggris di lingkungan pegawai disdik”. Hal senada juga dilontarkan oleh Drs. H. Usman Affandi, M.Pd selaku Pengawas Disdik Kota Bekasi yang juga turut mendampingi para guru tersebut ketika melakukan praktikum pembelajaran dibeberapa sekolah tingkat sekolah dasar maupun tingkat SMP. Pada intinya, sebagaimana
disampaikan oleh Usman, “mereka mengajar seperti layaknya guru-guru di
Indonesia atau Kota Bekasi, cuma yang berbeda mereka menggunakan
pengantar bahasa Inggris. Selebihnya hampir sama. Dan ini merupakan
studi komparasi, perbandingan dan bertukar pengalaman”.papar nya”

Sementara ketika mengunjungi beberapa kegiatan kebudayaan, para guru yang berasal dari Manila tersebut didampingi langsung oleh Drs. Maja Yusirwan, M.Pd yang dikenal dengan panggilan Aki Maja untuk mengunjungi Rumah Adat Kampung Kranggan dan Rumah Budaya Kampung Pedurenan. Menurut Aki Maja dalam kesempatan tersebut, “pada dasarnya mereka mengalami kesulitan dalam mengajar sama seperti halnya guru guru kita, yaitu bahasa pengantar. Mereka menggunakan bahasa Inggris, sementara kemampuan guru dan siswa kita masih minim dalam penguasaan percakapan berbahasa Inggris”, ungkapnya.

Karena pada kesempatan tersebut, Aki Maja yang turun langsung sebagai
penerjemah bahasa. Kebetulan dia, merupakan ASN Kota Bekasi yang
sudah beberapa kali mengikuti program pertukaran guru dan dosen ke Negara Asean. Tambahnya lagi, “kalau nanti guru guru atau kepala sekolah dari Kota Bekasi akan melakukan kunjungan ke luar negeri, tentu harus diberikan pembekalan Cross Cultural Understanding dan
penguasaan bahasa Inggris yang baik agar ketika berada di Negara asing tidak mengalami Shock Culture atau kekagetan budaya, karena budaya kita dan budaya Negara asing berbeda.”jelasnya”

Dari hasil pengamatan dilapangan ketika melakukan kunjungan budaya di Imah Panggung Kranggan yang disambut langsung oleh Tokoh Adat Kokolot Suta Tjamin serta Lurah Jatirangga Ahmad Apandi, nampak betapa kagum dan tercengang guru-guru dari Manila tersebut ketika
disuguhi beberapa budaya khas Kampung Kranggan seperti Pencak Silat
dan Gendang Penca. Dalam sambutannya, Kolot Suta Tjamin, mengapresiasi kunjungan tamu asing untuk memperkenalkan budaya tradisional masyarakat Kranggan ke luar negeri. Sementara itu, Lurah Jatirangga Ahmad Apandi, merasa bangga dengan kunjungan tamu asing ke kampung Kranggan, karena memang salah satu program pemerintah
Kota Bekasi yang akan diwujudkan dalam waktu dekat ini adalah Kampung
Kranggan Kelurahan Jatirangga sebagai Kelurahan Budaya Kota Bekasi.
Ahmad Apandi berharap, dengan banyaknya kunjungan tamu-tamu asing
ke Kampung Kranggan Kota Bekasi akan mendongkrak popularitas
kebudayaan lokal dikancah internasional.

Begitupun kunjungan ke Rumah Budaya Kampung Pedurenan, para guru
dari Manila disuguhkan deskripsi serta kemegahan rumah adat masyarakat
Bekasi yang masih terawat dengan baik. Bahkan dalam kesempatan
tersebut, mereka dan semua yang hadir, termasuk beberapa guru dari
SMPN 30 Bekasi ikut foto bersama.

Reporter

Yayan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *