PERKEMBANGAN PENYIDIKAN PERKARA DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAN DANA INVESTASI PADA PT. ASURANSI JIWASRAYA (PERSERO)

wartapelita.com – Jakarta, Tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan 4 (empat) orang tersangka dan 13 (tiga belas) orang saksi untuk dimintai keterangan terkait dugaan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (persero) Tbk. (PT. AJS) .(03/02/20)

Tersangka yang diminta keterangannya dalam pemeriksaan lanjutan antara lain :———
1. Hendrisman Rahim ;
2. Harry Prasetyo ;
3. Syahmirwan ;
4 Joko Hartono Tirto.

Sedangkan pemeriksaan saksi yang sebelumnya pernah di BAP oleh Tim Penyidik sebelumnya antara lain :
1.Agung Tobing,nominee (lanjutan) ;
2.Nie Swe Hoa, nominee (lanjutan) ;
3.Utomo Puspo Suharto, Direktur / Komisaris PT. Topaz Invesment (lanjutan);
4.Dicky Tjokrosaputro, keberatan atas penyitaan Apartemen Shouth Hill (lanjutan) ;
5.Dwi Nugroho nomnee (lanjutan) ;
6.Drs Eldin Rizal Nasution, Eks Kepala Pusat Bancassunrance dan Aliansi Stategis PT. Asuransi Jiwasraya (persero) ;
8.Rosita, agen PT. Mirea Sekuritas ;
9.Ruslee, keberatan atas penyitaan (lanjutan) ;
10.Ratnawati Wihardjo, nominee (lanjutan) ;
11. Tommy Iskandar Widjaja, nominee (lanjutan) ;
12. Teddy Tjokrosaputro, PT. Hanson Internasional (lanjutan) ;
13. Yandry Kurniady, nominee (lanjutan)
Dari 13 (sepuluh) orang saksi yang sudah diiperiksa pada hari ini dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok saksi antara lain :
a.6 (enam) orang saksi yang namanya dipinjam dalam proses transaksi saham
b.1 (satu) orang saksi dari karyawan PT. AJS ;
c.2 (dua) orang saksi dari PT. Hanson Iternasional ;
d.3 (tiga) orang saksi broker / perusahaa yang melantai Bursa Efek Indonesia
e.1 (satu) orang saksi keberatan blokir rekening saham / SID ;

Selain melakukan pemeriksaan tersangka dan saksi Tim Penyidik, juga telah menerima Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK- RI) yang berdasar perhitungan total lost kerugian keuangan negara kurang lebih sebanyak Rp.16,81 triliun. Sampai saat ini sebagian pemeriksaan saksi dan tersangka masih ada yang sedang berlangsung. (Kapuspen Kejari)

Reporter

Yayan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *