Rian Firmansyah: Pelaku Usaha Pariwisata Harus Konsisten Terapkan Standar Protokol CHSE

Bandung Barat, wartapelita.com
Pelaksanaan protokol CHSE bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif mutlak dilakukan demi mewujudkan Bandung Barat rebound dari keterpurukan kunjungan wisata akibat pandemi Covid-19 selama delapan bulan ini.

“Pariwisata Bandung Barat bisa rebound asal semua pelaku pariwisata konsisten menerapkan standar protokol CHSE di tempat masing-masing, ini menjadi tantangan kita semua di tengah pandemi Covid-19 yang menurunkan sekitar 60 persen wisatawan,” kata Anggota DPR RI Rian Firmansyah dalam Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan di Kab. Bandung Barat, Selasa (3/4/2020), di hotel Takashimaya lembang.

Menurutnya, protokol CHSE(Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) ini sekaligus
mengakhiri perdebatan apakah prioritas Covid-19 ini di sektor kesehatan atau sektor ekonomi, “Suka tidak
suka, kita harus menghadapi pandemi ini dengan hati-hati, tetapi kita juga perlu memastikan roda perekonomian masyarakat di sektor pariwisata terus berjalan, CHSE ini merupakan jalan tengah, agar sektor kesehatan tetap terjaga dan roda ekonomi tetap berjalan beriringan,” imbuhnya.

Sertifikasi CHSE ini, menurutnya, berfungsi sebagai jaminan dari pelaku usaha pariwisata untuk wisatawan
dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan sehingga para wisatawan merasa nyaman dan aman dalam menikmati kekayaan pariwisata yang kita miliki. “CHSE ini juga bisa menghindarkan dari rasa was￾was, sehingga minat dan gairah masyarakat untuk berwisata tetap kuat,” kata legislator yang mewakili KBB
dan Kab. Bandung itu.

Rian menambahkan, Protokol CHSE juga menjadi pedoman wisatawan untuk menentukan destinasi wisata
yang akan ditujunya. “Pandemi membuat orientasi wisatawan dalam melakukan perjalanan mengalami perubahan mindset. Tak hanya kebutuhan fasilitas pendukung saja, tetapi apakah destinasi wisata sudah berbasis CHSE menjadi pertimbangan penting dan utama,” imbuhnya.

Menurut politisi Partai NasDem itu, sektor pariwisata bagi warga Bandung Barat merupakan urat nadi, karena
itu ia mengajak semua pihak terutama para pemangku kepentingan untuk menjaga ekosistem kepariwisataan di Bandung Barat agar tetap terjaga. Semua pihak perlu berkolaborasi untuk membantu
mempromosikan obyek wisata yang kaya ini. “Tidak mungkin beban ini diberikan ke dinas pariwisata saja.
Tetapi juga ada dukungan dari Kemenparekraf, khususnya terkait dengan bagaimana mempromosikan pariwisata, khususnya di era digital seperti saat ini,” katanya.

Rian mengapresiasi terbitnya handbook SOP CHSE yang disusun Kemenparekraf/Baparekraf bagi para
pelaku pariwisata, “Buku kecil ini sangat praktis, menjelaskan turunan dari protokol kesehatan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) 382/2020. Masyarakat dapat mengetahui bagaimana unsur-unsur pencegahan, penelusuran, dan penanganan kasus
COVID-19 di sektor parekraf.”

Rian berharap, Sosialisasi CHSE kali ini juga dapat dimanfaatkan para pelaku pariwisata untuk melakukan kolaborasi dan konsultasi dengan Kemenparekraf untuk meningkatkan potensi pariwisara di Bandung Barat di tengah masa pandemi yang masih belum diketahui kapan berakhir. (Wawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *