Ronny Kuasa Hukum DH Meminta Penangguhan Penahanan Terhadap Kliennya Kepada Polri

wartapelita.com – Jakarta, Beberapa waktu lalu viral seorang remaja di kamera CCTV sedang meremas payudara wanita yang berjalan, kemudian setelah viral, pihak Kepolisian terlibat dalam pertanggungan payudara tersebut dengan DH inisial dan sekarang tersangka obat peremasan payudara, DH telah menjadi target pembunuhan Rutan Polda Metro Jaya sejak Senin (20/1/2020).

Pihak Keluarga tersangka menerbitkan DH memberikan kuasa hukum kepada Tim Kuasa Hukum yang terdiri dari Ronny Perdana Manullang, SH, Arif Darmawan, SH, dan Trisanto Perkasa Tarigan, SH dan Chyntia Olivia, SH dari Kantor Hukum ARS & Mitra.

Dalam Keterangan persnya di Polda Metro Jaya, Rabu, (22/1/2020) Ronny Perdana Manullang SH meminta pihaknya akan mengambil langkah hukum terkait penahanan terhadap kliennya.

Langkah hukum yang akan dilakukan oleh pihak pelaksana Penyidik ​​Polri untuk penangguhan penahanan dari klien, serta meminta klien kami membahas kejiwaannya oleh ahli kejiwaan atau psikiater dari Rumah Sakit Polri Sukanto, dan kami akan melakukan juga untuk keluarga korban atas kesalahan tersangka, ”kata Ronny didampingi rekan-rekannya.

“Yang pasti kami mengundang pihak Kepolisian dapat mengabulkan permohonan penanggguhan kami dan akan segera menyelesaikan tugas kami nanti, karena hari ini kami baru dapat bertemu dengan klien kami,” ucap Ronny untuk membantu di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22 / 1/2020).

Lebih lanjut Ronny mengatakan saat ini tim kuasa hukum juga akan meminta izin kepada penyidik ​​dari kepolisian untuk pemeriksaan kejiwaan DH, karena bisa saja ada kelainan atau penyakit kejiwaan yang memang harus didukung oleh ahli kejiwaan (Psikiater) yang terkait dengan apa yang dicari tersedia penyimpanan, “ Jelas Ronny.

“Kita meminta ada tes kejiwaannya bagi DH oleh ahli atau pakar seksologi, atau psikolog. Itu permintaan langsung keluarga DH, ”ujar Ronny.

Ronny yang didampingi kuasa hukum lainnya seperti Arief Darmawan, SH, MH, dan Trisanto Perkasa Tarigan, SH, dan Chyntia Olivia, SH dari Kantor Hukum ARS & Rekan juga saat ini sedang meminta maaf kepada korban.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan datangi korban, untuk meminta maaf kepada pribadi atau kekeluargaaan. Kita tempuh jalur mediasi akan meringankan tersangka. File permohonan maaf kepada pihak korban sedang kita siapkan, ”jelas Ronny.

Kasus DH, pemuda merilis 21 tahun yang viral di Instagram karena dibeli menjadi pelecehan peremasan payudara di Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat,

Pelaku kemudian mengambil alih tim Jatanras Polda Metro Jaya sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu (18/1) di Pondok Ungu Permai, Bekasi.

“Oleh media massa sudah viral dan ramai dipublikasikan diberitakan sebagai payudara begal. Diviralkan seperti itu. Sementara dalam bahasa hukumnya tidak ada istilah begal payudara. Inilah yang mau kita luruskan terlebih dahulu. Apa sih yang dilakukan kejahatan? Bagaimana kejadian sebenarnya itu sedang kita dalami, ”tutup Ronny

Reporter

Yayan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *