SANTRI SEHAT, PRESTASI CEMERLANG


Meskipun hari santri nasional telah selesai dilaksanakan, namun semangat untuk menjiwai makna kesantrian dengan segala potensi dan karakter santri untuk hidup mandiri, siap berjuang, pantang mengeluh dan rela berkorban tidak boleh hilang, mujahadah dalam menuntut ilmu, dan semangat beribadah menjadi indikator kesuksesan pesantren.

Melalui program Logistik Santri Tahfidz yang rutin di salurkan ke beberapa pesantren binaan BMH Se Jawa Barat ada 570 santri dan 1,5 ton perbulan dalam memenuhi kebutuhan santri, BMH memiliki tujuan agar para santri penghafal Al Qur’an sehat dan kuat sehingga bisa fokus dalam belajar.

Santri akan bisa belajar maksimal jika ada pengasuh dan pengurus yang punya semangat, berakhlakul karimah, berilmu serta integritas yang tinggi dalam mengajar.

Oleh karenanya BMH sebagai lembaga Amil Zakat Nasional pada hari Selasa , 3 November 2020 menyalurkan kesalah satu pesantren Tahfidz yang berada di Kabupaten Bandung Barat.

Dalam acara memaknai Hari Santri di sambut oleh Ust Fahrudin Rifai selaku Ketua Yayasan. Beliau menyampaikan rasa syukur kepada Alloh dan terima kasih kepada BMH yang sudah rutin membantu pesantren mulai dari logistik rutin hingga pembanguan asrama.

Sementara, Rahmat Hidayat yang hadir dalam acara serah terima motor Da’i dan Pembangunan Asrama memohon Do’anya dan kerjasamanya untuk saling bersinergi dalam menghasilkan generasi Qur’an yang Hafidz, Mandiri dan Berkarakter.
Melalui BMH amanah dari para Donatur bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh mustahik dan memiliki nilai strategis dalam memberdayakan masyarakat melalui kehadiran pesantren tahfidz agro preuneur.

Acara yang dilaksanakan di aula pondok pesantren pertanian At-Taqwa semakin bertambah berkah setelah salah seorang asatidz menyampaikan Progres hafalan santri dimana ada 10 santri yang sudah selesai Jiyadah setoran 30 juz, dan 5 orang santri melanjutkan ke perguruan tinggi.

Pesantren Pertanian At-Taqwa sebagai binaan BMH menjadi fokus pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren.
Karena di pesantren tersebut sudah memiliki potensi berupa lahan pertanian, kandang domba dan warga binaan berupa kelompok tani yang bisa di ajak kersama dalam memberdayakan potensi ekonomi di pesantren.
Harapan kedepan pesantren Tahfidz agro preunuer bisa menjadi pesantren percontohan dalam melahirkan Generasi Al Qur’an yang Mandiri dan berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *