Sosialisasikan Jurnalistik, Warta Pelita Gagas Pesantren Jurnalistik

Hendra Hidayat, Narasumber di Pesantren Jurnalistik

Bandung Barat, wartapelita.com
Warta Pelita bersama DPD PGM Indonesia KBB dan DPD Gema MA KBB mengenalkan jurnalistik melalui pesantren Jurnalisik, yang dibuka pada Minggu (18/4/2021) secara daring melalui aplikasi google meeting.

Kegiatan perdana diikuti oleh puluhan peserta terdiri dari guru, mahasiswa, dan jurnalis membahas topik mengenai kode etik jurnalistik dan jurnalistik sebagai ilmu, proses, dan keterampilan yang disampaikan oleh narasumber, Yayat S. Barnas dari Warta Pelita dan Hendra Hidayat dari Radar Bandung.

Dua narasumber memaparkan pentingnya jurnalistik juga dikuasai oleh masyarakat luas, seiring dengan teknologi informasi yang terus berkembang setiap orang dapat mengakses informasi bahkan menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat luas.

“Seseorang dapat menyampaikan informasi kepada orang lain, dan kita secara tidak langsung sudah melaksanakan jurnalistik, selain itu kode etik jurnalistik selain harus dikuasai oleh wartawan juga masyarakat luas pun harus mengetahuinya sehingga dapat mengemas informasi dan memahami kerja seorang jurnalis.” Ungkap narasumber, Yayat S. Barnas.

Menurut Yayat, menulis sejatinya harus menjadi tradisi yang dilakukan oleh setiap orang terlebih bagi seorang jurnalis, guru, dan mahasiswa. Dengan membiasakan menulis maka akan mengasah kemampuan berpikir dengan baik.

Sementara itu, Hendra Hidayat yang tampil sebagai narasumber kedua menjelaskan tentang tugasnya sebagai wartawan Radar Bandung untuk menyosialisasikan jurnalistik kepada masyarakat luas. Ia pun mengapresiasi adanya kegiatan pesantren jurnalistik.

Hendra pun memaparkan tentang makna jurnalistik ditinjau dalam berbagai aspek, di antaranya jurnalistik secara harfiah, konseptual, dan praktis.

“Jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasar “jurnal” (journal) artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis “hari”, yakni kejadian hari ini yang diberitakan melalui lembaran cetak.” Ungkap Hendra Hidayat.

Selanjutnya Hendra memaparkan jurnalistik secara konseptual yaitu jurnalistik sebagai proses, jurnalistik sebagai teknik, dan jurnalistik sebagai ilmu.

“Secara praktis jurnalistik merupakan proses pembuatan informasi atau berita (news processing) dan penyebarluasannya melalu media massa.” Pungkasnya.

“Kegiatan pesantren jurnalistik dilaksanakan pada bulan Ramadan selama lima kali pertemuan, empat kali secara daring dan satu kali secara luring dengan memperhatikan protokol kesehatan yang bertujuan untuk menyosialisasikan jurnalistik dan memotivasi peserta untuk melatih dan meningkatkan kemampuan menulis.” Ungkap Dadan Saepudin selaku pelaksana kegiatan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *