Untuk Pencairan Dana Bantuan, Cap & Tandatangan Dipalsukan


Bandung Barat, wartapelita.com
Belum lama ini Yayasan Mekar Husnul Khotimah, mendapat dana bantuan untuk pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) An-Nurqolbu, yang beralamat di Kampung Babakan Cimahi, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat.

Bantuan tersebut dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, pada Tahun Anggaran (TA) 2020. Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Mekar Husnul Khotimah Nandang Suhendar (Bos Jon), saat berbincang bincang dengan Warta Pelita di kediamannya, baru baru ini.

“Namun saat pencairan kami selaku pengurus Yayasan tidak dilibatkan, tahu tahu dana tersebut sudah cair dan siap untuk dibelanjakan serta dana tersebut sudah dipotong 20%, untuk Pak Dewan ( anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, berinisial AM dari Praksi PAN), sebagaimana dikatakan Kepala PAUD An-Nurqolbu Ahmad Suhendar kepada saya” jelas Bos Jon.

“Ternyata pada pencairan dana tersebut, cap stempel dan tandatangan saya, selaku Ketua Yayasan dipalsukan, oleh oknum pengurus PAUD, yaitu Fat, Cs, yang bersangkutan membuat cap/stempel palsu, termasuk tandatangan pada SK pencairan, yang dikeluarkan oleh yayasan, bahkan setempel palsunya juga sekarang ada di saya”, paparnya.

Saat Warta Pelita menyambangi PAUD An-Nurqolbu, ternyata benar pembangunan gedung PAUD tersebut sudah dilaksanakan, bahkan sekarang pembangunannya sudah selesai. Kemudian pada pelaksanaan pembangunan tersebut, salah seorang pengawas pelaksanaan pembangunan, Cucun menyebutkan, bahwa sejumlah material sudah ditanggug jawab oleh pak dewan, seandainya ada kekurangan saya langsung meminta kepada pak dewan, jelas Cucun kepada wartawan.

Tapi saat Kepala PAUD, Ahmad Suhendar akan dikonfirmasi oleh warta pelita, ia selalu menghindar, konon kabarnya sekarang Kepala PAUD sudah diganti oleh anaknya Cucun, sedangkan yang bersangkutan masih duduk di bangku SLTA, belum layak untuk menduduki sebagai Kepala Sekolah, jelas sejumlah sumber kepada Warta Pelita.

Sehubungan dengan itu mengenai pemotongan dana sebesar 20%, yang akan diberikan kepada Dewan, sebagaimana yang dikatakan Ahmad Suhendar, hal itu ditepis oleh Asep Harun salah seorang kepercayaan dari Asep Muslim (Anggota Dewan), mengenai pemotongan sama sekali tidak ada potongan sepeserpun jelas Asep Harun, saat dikonfirmasi oleh Warta Pelita lewat WA nya.

Kemudian Kepala MI Rancasenggang Tatik, yang diduga membantu mengurus ijin operasional PAUD An-Nurqolbu dan memberikan petunjuk untuk Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) harus memberi dana sebesar 10%, saat dikonfirmasi oleh Warta Pelita lewat WA, ia mengatakan bahwa saya hanya membantu untuk mengurus ijin operasional serta memberitahukan saja tentang persyaratan membuat LPJ, jelasnya.

Sementara Asep Hermawan, selaku pengurus PAUD Amal Soleh, dan sekaligus selaku perintis PAUD kelas jauh, sebelum mempunyai nama An-Nurqolbu, saat diminta tanggapan dan penjelasannya ia mengatakan tidak tahu menahu, mengenai pencairan dana pembangunan tersebut, termasuk Ketua PAUDNI Kecamatan Sindangkerta, Purnama sama sekali tidak dikasih tahu, jelas Asep Hermawan kepada Warta Pelita.(SGD/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *