Dana Bantuan Jadi Bancakan

Bandung Barat, wartapelita.com
Kucuran dana bantuan (hibah) Tahun anggaran 2019, untuk pembangunan/Renovasi sejumlah masjid di Kabupaten Bandung Barat (KBB), telah disalurkan lewat pengurus masjid atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) masing-masing, pada bulan November hingga Desember 2019.

Di sejumlah masjid yang telah menerima bantuan tersebut, saat ini sudah mulai melakukan kegiatan pelaksanaan pembangunan/renovasi, yang dilaksanakan oleh panitia pembangunan masjid setempat.

Namun disamping kucuran dana yang telah diterima oleh DKM atau Panitia Pembangunan Mesjid, yang dicairkan oleh Ketua dan Bendahara, ada sejumlah oknum yang intervensi terhadap pencairan dana tersebut. Seperti terjadi di Desa Gununghalu Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat.

Dari sejumlah masjid yang menerima bantuan tersebut, diprakarsai oleh oknum Koordinatoor RW (Korwe) yang merangkap selaku fasilitator pengajuan proposal dari sejumlah pengurus masjid, yang disampaikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat.

Hal itu diakui oleh Dede, salah seorang Koordinatoor RW dari salah satu Partai Politik dan merangkap sebagai pasilitator pengajuan proposal, saat ditemui warta Pelita di kediamannya baru-baru ini.

Menurutnya, dana bantuan tersebut, kami bagikan kepada sejumlah masjid yang tidak menerima bantuan, misalnya yang menerima bantuan masjid A, kemudian setelah pencairan dananya kami bagikan ke masjid B dan C, tapi itu hasil musyawarah dengan pengurus masjid yang mendapat bantuan, ucap Dede.

Lebih jauh Dede mengungkapkan bahwa dibagikannya dana tersebut, karena sejumlah masjid yang akan menerima bantuan, sebelumnya telah menggunakan dana talang atau meminjam barang dari material setempat, jadi dana tersebut setelah cair dipakai membayar utang ke material.

Selain itu kami selaku koordinatoor RW dari salah satu Parpol kami, sudah ada janji akan memberikan bantuan kepada sejumlah masjid, jadi dalam hal ini seolah kami membayar utang /janji kepada mereka (sejumlah pengurus masjid-Red) atas keberhasilan partai kami, sehingga ada salah seorang warga yang didukung oleh kami berhasil menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di KBB, kalau tidak dengan cara demikian mungkin partai kami tidak akan berhasil, jelasnya.

Atas keberhasilan inilah kami melakukan hal seperti ini, agar masyarakat, khususnya para pendukung partai kami dapat mencicipi dari hasil perjuangannya, karena keberhasilan ini awalnya dari perjuangan. Tentunya dalam hal ini kami harus ada timbal baliknya kepada masyarakat, dengan demikian tentunya masyarakat akan menilai bahwa perjuangan partai ini bukti dan terasa atau istilah sundanya “Buktos sareng karaos”, tandas Dede.

Tapi dalam hal ini kami juga sadar dan tahu persis, bahwa yang namanya dana bantuan, baik dari Pemerintah Daerah maupun dari Aspirasi dewan atau Pokir, harus difokuskan pada suatu titik pada penerima manfaat, tidak boleh dibagi-bagi. Namun dalam hal ini kami selaku koordinatoor ikut bertanggung jawab, jelasnya.

Karena saya pernah bertanya kepada salah seorang staf dari Kesra KBB, bahwa dana bantuan tersebut teknisnya akan dibagi ke sejumlah masjid yang tidak menerima bantuan. Saat itu dari Kesra menjawab, bahwa masalah itu teknisnya terserah koordinatoor mau diatur seperti apa, kata salah seorang staf dari Kesra, sebagaimana dikatakan Dede kepada Warta Pelita.

Kemudian yang terpantau Warta Pelita, sejumlah masjid di Desa Gununghalu yang menerima bantuan, diantaranya Mesjid Jami Al-Huda Ciongret, Mesjid Al-Muhajirin Cipayung, Mesjid Darul Anwar Ciringguy dan Mesjid Al-Ikhlas Kampung Sawahlega RT.01/RW.14 Desa Gununghalu. Namun sampai saat ini dana bantuan untuk Mesjid Al-Ikhlas belum diterima oleh pengurus Mesjidnya, bahkan saat warta Pelita menyambangi kediaman pengurus Mesjid Al-Ikhlas H.Aep, ketika ditanya mengenai bantuan tersebut, beliau mengatakan tidak tahu menahu, menurut H.Aep, “jangankan menerima uang, kabarnya juga tidak ada,” jelas H.Aep kepada Warta Pelita.

Saat dikonfirmasikan kepada Dede, bahwa sebenarnya dana bantuan untuk Mesjid Al-Ikhlas itu sudah dicairkan oleh Engkos, hanya belum diserahkan kepada pengurus masjid Al-Ikhlas, karena ada sesuatu hal yang perlu dimusyawarahkan, papar Dede.

Salah seorang warga setempat mengomentari hal tersebut,”kalau menurut aturan dana yang diajukan lewat proposal biasanya bilamana cair harus difokuskan pada suatu titik pembangunan, tapi kalau seperti ini apakah tidak menyalahi aturan? Masa dana bantuan dijadikan bancakan,” celoteh seorang warga kepada Wartapelita.

“Kemudian kalau memang hal ini janji politik atau merupakan hutang untuk memberikan bantuan dari salah – satu Parpol, kenapa hanya atas nama Parpol tertentu, sedangkan Parpol yang ada di Gununghalu itu kan jumlahnya banyak, serta masyarakat atau mustami di masjid tersebut bukan hanya dari salah satu parpol saja,” tandas warga.

Sementara, Bagja Setiawan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berdomisili di Desa Gununghalu atau di Dapil V, saat diminta tanggapannya melalui telepon selulernya via Whatsapp (WA) tentang hal tersebut, ia memaparakan bahwa hal itu sudah klir, bahkan mempersilahkan untuk melakukan konfirmasi kepada sejumlah penerima manfaat. Saya tidak pernah ketemu apalagi memfasilitasi kekeliruan dengan pihak penerima bantuan.

Bahkan ia menambahkan saya tidak pernah main-main dengan dana hibah, karena itu hak masyarakat yang tidak boleh diganggu gugat, tandasnya. Untuk itu saya mengapresiasi kepada awak media dan para Aparat Penegak Hukum (APH) yang membantu mengklarifikasi ke pihak-pihak terkait agar persoalannya menjadi klir, jelas Bagja.

Bahkan bagja Setiawan mendapat info langsung dari penegak hukum bahwa semua penerima hibah dipanggil, untuk diklarifikasi supaya peruntukannya sesuai prosedur, jelasnya.

Adapun sebelumnya memang saya selaku dewan telah mengawal pengajuan proposal sampai tingkat Kesra, tapi setelah disetujui dan hingga pencairan saya tidak ikut serta didalamnya, imbuh Bagja.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *