Kunjungan Bupati Lebih Banyak Duka Daripada Suka

Bandung Barat, wartapelita.com
Kunjungan Bupati Bandung Barat, dengan istilah “Ngaraksa desa jeung ngariksa lembur” telah berjalan seiring dengan program yang dicanangkan oleh Bupati, dengan jargon “Bandung Barat Lumpaaat” yang artinya Lumampah mawa manfaat.
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna,S.Ip, mengatakan bahwa selama kunjungan ke desa-desa dan kecamatan, terutama ke wilayah selatan, yang terasa secara langsung adalah banyak duka daripada sukanya. Ternyata di pedesaan itu masih banyak warga atau saudara-saudara kita yang kurang mampu. Mereka butuh pertolongan dan bantuan, baik moril maupun materil. Hal itu diungkapkan saat upacara apel pagi di halaman Gedung MAN Bandung Barat Cililin.
Salah satu contoh, temuan yang langsung, diantaranya masih ada warga yang makan satu kali dalam sehari, bahkan ada yang selama dua hari tidak makan. Kemudian masalah Rumah tidak layak huni (Rutilahu) masih berjumlah puluhan bahkan ratusan disetiap desanya. Maka dari itu mari kita bersama-sama berjuang untuk Bandung Barat, agar masyarakatnya maju dan sejahtera, harap Bupati.
Bagi semua pihak harus peduli dan ada kekompakan serta kebersamaan, demi tercapainya Bandung Barat, Bersih, Caang, Indah dan Sejahtera. Pertama kita harus bersih dulu, mulai dari diri sendiri, terutama bersih hati, kemudian bersih lingkungan, yang berkaitan dengan bersih lingkungan itu, khususnya penanganan sampah, sampah itu harus membawa barokah bukan membawa masalah.
Kemudian Bandung Barat Caang, tentunya kita memerlukan penerangan, baik mengenai penerangan berupa ilmu, maupun penerangan yang berupa lampu (listerik). Selanjutnya mengenai, kalau hati dan lingkungan kita sudah bersih, tentunya akan kelihatan terang alias caang, itulah yang disebut Indah.
Yang terakhir, kalau hati, lingkungan sudah bersih dan sudah terang dan terlihat indah, baru kita akan merasakan kesejahteraan yang luar biasa, makanya Visi Akur dan jargon Bandung Barat Lumpaaat itu harus segera terimplementasikan dan tersosialisasikan dengan cepat dan tepat, salasatunya pelayanan KTP, sekarang bagi masyarakat yang membutuhkan KTP, cukup datang ke kantor Kecamatan untuk direkam dan nanti sudah jadi akan diantar langsung oleh petugas dari Kecamatan tanpa ongkos kirim, papar Bupati.
Makanya saya targetkan selama tiga tahun kedepan, mudah-mudahan program tersebut akan Nampak dan dapat dirasakan oleh semua elemen masyarakat Bandung Barat. Tentunya mengenai hal itu kita harus berjuang terus, karena diwilayah selatan itu masih banyak permasalahan yang berkaitan dengan kemiskinan, yang harus segera diselesaikan, tutur Bupati.
Usai apel pagi Bupati menyerahkan sejumlah KTP secara simbolik kepada beberapa kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Cililin.
Sementara saat Bupati berkunjung ke Pondok Pesantren Sumur Bandung, bupati sempat berdialog dengan sejumlah Kepala Sekolah dan guru, Sedangkan yang ditanyakan oleh guru dan Kepala Sekolah, tiada lain masalah honor guru dan Dana BOS. Karena saat ini honor guru sangat memprihatinkan, mempunyai gaji tidak seimbang antara pemasukan dan pengeluaran, katanya.

Sementara RSUD Cililin Paling Banyak Dikritisi Oleh Bupati
Setelah Bupati melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Cililin beberapa waktu lalu, saat ini pelayanan di RSUD Cililin sudah baik. Hal itu dikatakan salah seorang pasien yang pernah dirawat selama empat hari, karena terserang penyakit Demam Berdarah (DBD). Walaupun ada sebagian warga yang memponis bahwa pelayanan di RSUD Cililin belum maksimal alias jelek.
Dengan banyaknya warga yang menyampaikan informasi tersebut, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna,S.Ip, setiap ada kunjungan kerja ke Cililin, dalam sambutannya selalu mengkritisi RSUD Cililin, dengan maksud agar pelayanan terhadap pasien lebih baik dan lebih ditingkatkan, papar Bupati.
Saat Warta Pelita menghubungi Kepala RSUD Cililin, Dr.Okto disela sela kesibukannya mendampingi Bupati,ia mengatakan bahwa pihak RSUD Cililin, selalu siap melayani masyarakat dengan baik dan sekarang pelayanan kami sudah ada peningkatan dari sebelumnya, jelasnya.
Adapun pihak pasien yang merasa tidak dilayani dengan baik, saya rasa hal seperti itu hanya sebagian kecil saja, karena kami dalam hal ini berusaha semaksimal mungkin, demi keamanan dan kenyamanan pasien selama dirawat di RSUD Cililin yang saya pimpin, jelasnya.
Menurut Dr.Okto, sekarang di RSUD Cililin, sudah ada alat untuk pasien yang perlu cuci darah, sekarang tak usah pergi ke RS.Cibabat atau ke RS.Hasan Sadikin, di RSUD Cililin juga sudah ada, paparnya.(Yat.Wan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *