Lahan Seluas 70.000 m2 Milik Ahli Waris Ori Supriatna, Dikuasai Oleh Ahli Waris Sukandi

Bandung Barat, Warta Pelita.com
Berdasarkan catatan yang kami terima, atas laporan atau hasil wawancara dari sejumlah sumber di sejumlah desa di Kabupaten Bandung Barat, khususnya dan di Jawa Barat pada umumnya, ternyata masih banyak legalitas tanah, atau kepemilikan lahan yang belum ditertibkan. Baik tanah atas nama pribadi maupun tanah garapan. Bahkan tak sedikit para penggarap yang mengakui sebagai lahan miliknya, karena lahan tersebut sudah lama digarap oleh yang bersangkutan, kemudian si pemiliknya tidak pernah mengurus, karena kesibukan atau hal lain, yang mengakibatkan lahan tersebut terlantar.

Ada juga sebagian lahan tersebut, diserobot atau digarap tanpa sepengetahuan pemiliknya, apalagi sipemilik aslinya sudah meninggal, yang ada hanya ahli warisnya yang tidak mengetahui persis riwayat tanah tersebut. Akhirnya tanah tersebut dikuasai penuh oleh penggarap.

Seperti yang terjadi di Desa Sukaresmi Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat, lahan seluas 70.000 M2 milik adat atas nama Mad Sarip (alm), yang terletak di Kampung Babakan Bandung Cimarel Desa Sukaresmi, pada persil 607, Telah dijual kepada Ori Supriatna (alm) pada tanggal 9 Mei 1974, ditandatangani oleh ahli waris Mad Sarip, yaitu ; Kartimi, Akrimi, Tahrimi, Animi, Anah, Umeh dan Oti, yang ditandatangani tertera diatas meterai.

Bahkan pihak ahli waris Mad Sarip (alm) telah membuat pernyataan, bahwa tanah tersebut benar-benar telah dijual oleh Kartimi kepada Ori Supriatna, yang ditanda tangani oleh Animi mewakili ahli waris Mad Sarip pada tanggal 12 mei 2009, pernyataan tersebut diketahui oleh Kepala Desa Sukaresmi Ujang Hilman, dicap dan ditandatangani, yang bersangkutan sekarang menjadi anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat.

Kemudian leter C tanah tersebut pada persil 607 (atas nama Mad Sarip) sudah dipecah menjadi C No.587/1275 persil 607 atas nama Tahrimi seluas 5200m2, tanggal 19/2/1991, C.No.588/1276, persil 607 atas nama Akrimi seluas 5200 m2 tanggal 19/2/1991, C.No.589/1277, persil 607 atas nama Animi Mad Sarip seluas 5200 m2, C.No.590 persil 607 atas nama Kartimi Mad Sarip seluas 5200 m2.

Namun pada tanggal 18 Oktober 2009 terjadi adanya leter C perubahan No.685/1464 persil 607 seluas 60.000 m2 atas nama Sukandi. Hal itu dikatakan Dadi Kusnadi,SH, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Awalindo yang beralamat di Sarimanggala RT.002 RW.02 Desa Sindangkerta Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat, selaku kuasa hukum dari pihak ahli waris Ori Supriatna (alm), saat ditemui wartawan Warta Pelita di ruang kerjanya belum lama ini.

Adapun ahli waris dari Ori Supriatna (alm) yang berhak memiliki atau menguasai lahan tersebut adalah ; Ika Kartika,S.Pd., Agus Kartono, Yeyet Sumiati, Neni Widaningsih, Ema Rahmawati dan Rita Sugiarti, nama-nama tersebut adalah ahli waris Ori Supriatna dari hasil perkawinan Ori supriatna dengan Ny.Asiah Sulastri, jelas Dadi.

Dengan adanya perselisihan atau sengketa tanah tersebut, pihak ahli waris Ori Supriatna mengharapkan adanya penyelesaian secepat mungkin, karena lahan tersebut sudah dikuasai oleh pihak ahli waris Sukandi selama puluhan tahun, ujarnya.

Masalah tersebut sebetulnya sudah dimusyawarahkan atau di mediasi antara pihak ahli waris Ori Supriatna (alm) dan pihak ahli waris Sukandi, namun tidak ada kesimpulan atau keputusan yang menjadi kesepakatan kedua belah pihak, akhirnya pihak ahli waris Ori Supriatna (alm) mengajukan gugatan ke pengadilan lewat kuasa hukumnya dari LBH Awalindo sebagaimana dikatakan Dadi kepada Warta Pelita. (tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *