Pembangunan Infrastruktur Terkesan Tidak Teratur


Bandung Barat, Wartapelita.com
Sejumlah pembangunan infra struktur di berbagai tempat, terkesan tidak teratur. Terbukti pengerjaannya asal -asalan. Salah satu contoh pengerjaan jalan kabupaten yang melintasi antara Desa Weninggalih hingga Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat, baru beberapa bulan dikerjakan kini sudah mulai berantakan, apalagi mengenai Tembok Penahan Tanah (TPT), dibetulan Kp.Pasanggrahan terjadi longsor tak kurang dari 20 meter panjangnya.

Kemudian jalan desa di Desa Sindangkerta, antara Kp.Sarimanggala hingga Mesjid besar Sindangkerta kini sudah mulai rusak lagi.
Yang paling parah pembangunan TPT di Kp. Awilega Desa Cicangkanggirang Kecamatan Sindangkerta sepanjang 10 m, tinggi 5 m, pengerjaan belum selesai sudah retak lagi.

Menurut informasi yang diterima Warta Pelita pengerjaan tersebut diborongkan kepada salah seorang pekerja, penduduk setempat, Kamal dengan nilai sebesar Rp. 40.000/meter dari seorang pengusaha Ujang Rohman (Ujro). Padalahal bangunan tersebut nominalnya Rp.20 juta, jelas Ujang Rohman, saat dihubungi melalui WA oleh Wartawan Warta Pelita.

Namun ketika dikritisi masalah pengerjaan tersebut, Ujang Rohman mengakui bahwa itu salah pengerjaan, hal itu tentu harus diperbaiki, jelasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *