Miris , Banyak Proyek Siluman Ditemukan, Tanpa Papan Informasi Proyek di Cilamaya Karawang

KARAWANG, WP – Maraknya Proyek siluman di Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, hampir sekian persen proyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) diwilayah tersebut tidak memakai papan informasi proyek.

Semua pekerjaan yang didanai dari APBD tersebut tidak mematuhi peraturan, Kepres dan Undang undang tentang keterbukaan publik.

Hal ini sudah berjalan cukup lama, hampir semua pekerjaan  yang ada dikecamatan tersebut tidak memakai plang nama proyek.

Padahal sudah dijelaskan dalam Kepres no 80 tahun 2003 tentang pekerjaan atau proyek yang memakai dana anggaran APBD atau APBN, di wajibkan memakai papan informasi proyek.

Dan, Undang undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik , namun, ironisnya peraturan yang sudah ditetapkan tersebut tidak membuat gentar oknum-oknum pemborong yang masih saja melanggar ketentuan-ketentuan sebagaimana mestinya.

Banyak masyarakat yang mempertanyakan tentang proyek yang sudah dibangun ataupun sedang dalam pelaksanaan, dari manakah sumber dananya, berapakah anggaranya, dan apa nama CV nya.

Seperti contohnya, proyek penurapan yang ada dijalan poros Desa Sukamulya, menuju kantor kecamatan setempat, terkesan itu proyek siluman atau tidak jelas dari mana sumbernya.

Jelas disebutkan dalam undang-undang no. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi dan publikasi, bahwa setiap proyek yang didanai oleh APBD atau APBN harus menggunakan plang proyek dengan tujuan, agar masyarakat luas dapat mengetahui dan ikut mengawasi, berapa pagu anggaranya, berapa volume pekerjaanya, serta berapa lama masa pelaksanaan dan perawatanya, dari sana baru bisa diketahui, layak apa tidakah pekerjaan tersebut dengan dana yang dianggarkan, sesuai apa tida pekerjaan dan volumenya.

Tapi semuanya peraturan yang telah ditetapkan bahkan diharuskan tersebut terkesan tidak dipatuhi dan dilanggar.

Selain proyek penurapan Desa Sukamulya, proyek turap jalan poros Desa Sukajaya menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir Putih, selain tidak menggunakan papan proyek, penggunaan bahan material pasir yang digunakan diduga tidak sesuai yang tertera dalam RAB, kondisi pasir berwarna merah, serta tidak dijumpai pengawas pelaksana dari dinas terkait,

Pemda Karawang sepertinya rileks dan terkesan tutup mata.

Menurut LSM Barisan Utama Anak Singaperbangsa (BUAS), Asep Aripin, dengan adanya pemberitaan ini, diharapkan kepada Pemkab dan Dinas PUPR Karawang dapat segera mengambil sikap tegas dan menindaklanjuti, agar tidak terkesan jalan ditempat dan tutup mata. Selasa, 21/11/2017.

Diduga anggaran yang dikucurkan oleh Pemkab Karawang yang bertujuan untuk pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat menjadi ajang mencari keuntungan pribadi oknum-oknum yang melanggar peraturan dan undang-undang yang telah ditetapkan dalam petunjuk pelaksanaan ataupun petunjuk teknisnya.

“Diminta kepada Pemerintah Daerah Karawang agar dapat memberikan sanksi dan menindak lanjuti mengenai maraknya proyek siluman karena tidak menggunakan papan informasi proyek, dan diduga menyalahi aturan dalam pelaksananya,”ungkap Aripin. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *