Pembangunan Gedung SMKN Banyusari, Sesuai Harapan Masyarakat

KARAWANG, WP

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Banyusari yang terletak di Desa Gempol Kecamatan Banyusari, Karawang, Jawa Barat mendapat kucuran dari pemerintah pusat sebesar 2. 504.886.000,- miliar untuk pembangunan gedung sekolah baru (USB), terlaksana dengan baik.

Pembangunan guna meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kecamatan Banyusari.

Pemerintah pusat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017 sekarang telah mengucurkan dana pembangun gedung sekolah baru SMKN Banyusari sebesar 2. 504.886.000,- miliar.

Panitia pembangunan USB SMKN Banyusari, Ade Imam, mengatakan, masyarakat setempat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melaui dana APBN yang telah mengalokasikan dana bantuan bagi pembangunan gedung sekolah baru SMKN Banyusari tersebut.

“Dana sebesar 2.504.886.000,- miliar diperuntukan bagi pembangunan ruang kelas baru, beserta kelengkapan lain, seperti mebeler,” ungkap Ade ketika di temui wartapelita.com, di SMKN Banyusari, Kamis (16/11).

Lanjut Ade, dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan pihaknya mendapatkan apreseasi dari orang tua murid serta warga masyarakat setempat. Sehingga, pelaksanaan berjalan lancar.

“Dana itu juga diperuntukan alat tulis kantor, tidak hanya pembangunan gedung sekolah aja,” ujarnya.

Ade menambahkan, untuk pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung SMKN Banyusari, pihak sekolah membentuk tim pelaksana pembangunan yang juga melibatkan masyarakat setempat.

” Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, pelaksanaan aman dan lancar, sesuai dengan RAB, dan diharapkan selesai sesuai dengan waktu yang di tentukan,”katanya.

Lanjut Ade, Kedepan semoga SMKN Banyusari menjadi sekolah besar dan di percaya oleh masyarakat.

Salah satu orang tua siswa, Adim, mengatakan, sebelumnya SMKN Banyusari melaksanakan  kegiatan belajar mengajar di gedung SMKN Jatisari,  Kemudian beralih ke Banyusari, dengan numpang menggunakan gedung SDN Gempol.

” untuk sekarang Alhamdulillah, sudah  memiliki bangunan sekolah sendiri , dengan begitu kegiatan belajar mengajar akan lebih baik lagi,” ucap Adim. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *