Hikmah Berorganisasi  Oleh: Dadan Saepudin

Hikmah Berorganisasi  Oleh: Dadan Saepudin

“Ada ilmu yang tidak dipelajari di bangku sekolah, tapi ilmu itu diperoleh di organisasi”

Pada tahun 2017, saya mendapat tugas dari Kepala Madrasah untuk mengawas Ujian Nasional pada tanggal 2 s.d 4 Mei dan dilanjutkan pada tanggal 8 Mei 2017 bertempat di madrasah di mana penulis pernah mengenyam pendidikan selama  3 tahun. Di satu sisi penulis bangga, karena bisa mengawas di madrasah tempat dulu pernah belajar, di sisi lain ada rasa yang mengusik untuk mengenang masa lalu. 

Kenangan itu bukan dalam hal prestasi ataupun sesuatu yang membanggakan. Apalagi penulis, pada hari kedua dan ketiga mengawas di ruangan yang dulu pernah duduk di kelas 8 dan kelas 9. Di mana suka duka, merangkai cita bersama siswa lainnya teringat dalam benak sambil menatap para siswa yang sedang serius menjawab soal Ujian Nasional. Kenangan itupun mengingatkan bahwa penulis hanyalah seorang siswa biasa, tidak memiliki sederet prestasi baik yang bersifat akademik maupun nonakademik. Penulis masih ingat perkataan salah seorang rekan sejawat, biasanya guru akan mengingat kepada siswa yang berprestasi dan siswa yang dianggap “bandel”.

Selepas menyelesaikan pendidikan di jenjang MTs, saya pun melanjutkan ke madrasah aliyah swasta, barangkali di sinilah penulis mulai tertarik mengenai perjalanan dalam meniti ilmu di madrasah. Renungan tersebut mengajarkan akan pentingnya memanfaatkan waktu dengan mengikuti berbagai kegiatan yang positif di madrasah/sekolah. Rasa haru dan penyesalan seringkali mengusik dalam hati ini, ketika pada saat duduk di bangku MTs, penulis tidak aktif di beberapa kegiatan terutama ektrakulikuler, padahal kesempatan itu diberikan kepada semua siswa oleh pihak madrasah.

Saat mengenyam pendidikan di madrasah aliyah, saya sering bertanya dan berdiskusi mengenai kegiatan ektrakulikuler kepada teman-teman yang aktif di berbagai kegiatan. Saat itulah penulis memberanikan diri aktif di kegiatan pramuka juga kegiatan di luar sekolah dengan mengikuti kegiatan Ikatan Pelajar Cililin. Melalui organisasi penulis merasakan, ada sesuatu yang seolah merubah cara berpikir, penulis pun harus belajar berbicara di depan umum serta menulis. Apalagi keaktifan di organisasi mengantarkan penulis menjadi pradana di ambalan dan menjadi wakil ketua OSIS, pengurus di Ikatan Pelajar Cililin, dan menjadi Ketua Dewan Saka Bhayangkara.

Kegemaran aktif di organisasi, penulis teruskan pada saat menjadi mahasiswa. Berbagai organisasi baik intra maupun ektra kampus penulis ikuti. Sampai saat ini, penulis menjadi salah satu staf pengajar di madrasah swasta, keaktifan di organisasi tetap dilakukan, dengan komitmen bahwa keaktifan di beberapa organisasi tidak menjadi kendala dalam menunaikan tugas.

Ada sebuah hikmah yang barangkali bisa menjadi bagian  pembelajaran terutama bagi  para pelajar saat ini. Mengingat pelajar merupakan kader bangsa yang akan meneruskan kepemimpinan bangsa. Sejatinya generasi muda adalah tumpuan bagi kemajuan bangsa ke depan. Potret bangsa ke depan disadari atau tidak tergantung sosok pelajar atau pemuda hari ini.

Salah satu wahana pembelajaran dalam rangka meniti masa depan bagi para pelajar yaitu melalui organisasi. Disadari atau tidak, organisasi sebagai wadah yang efektif dalam proses pengkaderan kepemimpinan bagi para generasi muda. Para pendiri bangsa kita pun memosisikan organisasi sebagai bagian dari pendidikan, dakwah, pergerakan, perjuangan, dan pengkaderan bagi bangsa dan negara Indonesia.

Melalui organisasi, para pelajar dilatih meningkatkan soft skill yaitu kemampuan/keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal) dan kemampuan mengelola emosi pribadi (intrapersonal). Dalam konteks kekinian, keterampilan soft skill sangat dibutuhkan terutama dalam bergaul, berinteraksi, dan meniti karier. Hal itu mengisyaratkan, bahwa kecerdasan hard skill tidak menunjang 100 persen dalam meniti sebuah kesuksesan.

Organisasi pun melatih seseorang untuk meningkatkan networking, dalam bahasa agama Islam membangun jaringan melalui silaturahmi. Karena disadari atau tidak, kita tidak tahu masa depan seseorang, melalui organisasi, hubungan persaudaraan akan terwujud. Sehingga selepas keluar dari sekolah/madrasah komunikasi akan terjalin sehingga akses informasi dan pengalaman akan senantiasa berbagi demi kemajuan bersama secara positif.

Manfaat selanjutnya, keaktifan dalam berorganisasi akan dirasakan bagi para pelajar jika mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Ada beberapa lembaga yang memberikan beasiswa yang mencantumkan salah satu syarat kepada calon penerima terkait dengan keaktifan di organisasi baik intra maupun ektra kampus.

Atas dasar tersebut, sejatinya dengan berorganisasi akan banyak hikmah yang akan diperoleh oleh pelajar. Oleh karena itu, organisasi merupakan bagian penting bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi dan membangun jiwa kepemimpinan. Karena ada ilmu yang tidak dipelajari di bangku sekolah, namun ilmu tersebut diperoleh di organisasi. Wallahu a’lam.

 

Penulis, Ketua I DPD Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia Kabupaten Bandung Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *